Pemerintah Tetapkan Plafon Total KUR Rp 120 Triliun pada 2018 - Kompas.com

Pemerintah Tetapkan Plafon Total KUR Rp 120 Triliun pada 2018

Sakina Rakhma Diah Setiawan
Kompas.com - 08/12/2017, 16:00 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam acara Rakornas Kadin di Hotel Pullman Jakarta, Senin (28/11/2016).Pramdia Arhando Julianto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam acara Rakornas Kadin di Hotel Pullman Jakarta, Senin (28/11/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyusun sejumlah target realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat ( KUR) untuk tahun 2018 mendatang. Kebijakan baru untuk KUR pada tahun 2018 antara lain target plafon total KUR.

Pemerintah menetapkan rencana plafon total KUR tahun 2018 menjadi Rp 120 triliun. Pada tahun 2017, target total KUR mencapai Rp 106 triliun.

Sementara itu, besaran suku bunga KUR tahun 2018 ditetapkan menjadi 7 persen efektif per tahun. Adapun subsidi bunga KUR Mikro naik 1 persen dari 9,5 persen menjadi 10,5 persen dan KUR Ritel pun naik 1 persen dari 4,5 persen menjadi 5,5 persen, serta untuk KUR Penempatan TKI naik 2 persen dari 12 persen menjadi 14 persen.

Baca juga : Tahun Depan, Bunga KUR Turun Jadi 7 Persen

Pemerintah juga mematok target minimum penyaluran KUR di sektor produksi sebesar 50 persen dari total penyaluran KUR. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, Komite Kebijakan Pembiayaan Bagi UMKM dan penyalur KUR perlu rutin duduk bersama membahas persoalan-persoalan di lapangan.

Ini terutama terkait pembayaran subsidi Imbal Jasa Penjaminan (IJP) dan subsisi bunga KUR.

“Kita perlu mengidentifikasi dengan baik persoalan-persoalan di lapangan. Mulai dari solusi agar pencairan subsidi lebih cepat, persoalan sistem, dan lain-lain. Ini penting agar permasalahan yang sama tidak berulang,” kata Darmin dalam keterangannya, Jumat (8/12/2017).

Hingga 30 November 2017, realisasi penyaluran KUR mencapai Rp 91,3 Triliun. Artinya, realisasi ini sudah mencakyp 85,6 persen dari target tahun ini. Kredit yang disalurkan melalui KUR ini tergolong lancar. Pasalnya, rasio kredit macet atau non-performing loan (NPL)-nya relatif rendah, sebesar 0,21 persen.

KUR telah diterima oleh sekitar 4 juta debitur. Dari angka tersebut masih didominasi oleh skema KUR Mikro (70,4 persen), diikuti oleh skema KUR Ritel (29,3 persen), dan KUR TKI (0,3 persen).

Kompas TV Benarkah kebijakan KUE era SBY benar telah menzalimi masyarakat kecil?

PenulisSakina Rakhma Diah Setiawan
EditorAprillia Ika
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM