Kelola Blok Mahakam, Pertamina Buka Peluang Berpartner Selain Total - Kompas.com

Kelola Blok Mahakam, Pertamina Buka Peluang Berpartner Selain Total

Kompas.com - 26/12/2017, 19:53 WIB
Suasana pengeboran sumur di masa transisi alih kelola ke PT Pertamina Hulu Mahakam, di RIG Maera, South Tunu, Blok Mahakam, Kalimantan Timur, Senin (7/8/2017). PT Pertamina Hulu Mahakam telah ditunjuk pemerintah menjadi pengelola wilayah kerja Blok Mahakam yang berlaku efektif 1 Januari 2018, setelah berakhirnya masa kontrak Production Sharing Contract (PSC) Mahakam dalam pengelolaan Total E&P Indonesie pada akhir 2017. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye/17ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso Suasana pengeboran sumur di masa transisi alih kelola ke PT Pertamina Hulu Mahakam, di RIG Maera, South Tunu, Blok Mahakam, Kalimantan Timur, Senin (7/8/2017). PT Pertamina Hulu Mahakam telah ditunjuk pemerintah menjadi pengelola wilayah kerja Blok Mahakam yang berlaku efektif 1 Januari 2018, setelah berakhirnya masa kontrak Production Sharing Contract (PSC) Mahakam dalam pengelolaan Total E&P Indonesie pada akhir 2017. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye/17

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski Menteri ESDM Ignasius Jonan sudah merestui Total EP Indonesie untuk mendapatkan 39 persen saham di Blok Mahakam melalui sebuah surat resmi. PT Pertamina tidak terpengaruh, sebab pada akhirnya akan diselesaikan melalui proses business to business (B to B), apalagi bukan saja Total EP yang akan menjadi satu-satunya patner di Blok Mahakam, ada beberapa perusahaan migas raksasa yang juga siap menjadi patner Pertamina di Blok Mahakam.

Seperti diberitakan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan telah secara resmi mengizinkan PT Pertamina (Persero) untuk melakukan penjualan saham alias share down maksimal sebesar 39 persen di Blok Mahakam. Pemerintah bahkan telah menyiapkan surat keputusan terkait share down Blok Mahakam.

Namun Pertamina yang akan menjadi operator Blok Mahamam pada 1 Januari 2018 nanti nyatanya mengaku belum menerima surat keputusan tersebut.

"Sejauh yang saya tahu, enggak ada surat yang ditujukan ke Pertamina terkait perubahan share down," ucap Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam, seperti dikutip Kontan, Selasa (26/12/2017).

Baca juga: Jonan Izinkan Total Dapat 39 Persen Blok Mahakam

Sebelumnya share down Blok Mahakam disesuaikan dengan keputusan Menteri ESDM sebelumnya Sudirman Said, yang memutuskan share down Blok Mahakam maksimal hanya sebesar 30 persen. Sementara Menteri ESDM saat ini, Ignatius Jonan, dan Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, kompak menginginkan share down Blok Mahakam maksimal 39 persen.

Biarpun begitu, Pertamina tampaknya tidak ambil pusing dengan masalah persentase share down Blok Mahakam. ketimbang meributkan soal persentasi share down, Alam justru fokus pada proses business to business (B to B) yang akan dilakukan Pertamina dengan calon patner di Blok Mahakam.

"Prosesnya kan tetap diutamakan secara B to B dan tentu aspeknya bukan hanya besaran prosentasinya," sebut Alam.

Apalagi sejauh ini Alam bilang sudah ada beberapa perusahaan yang berminat bergabung dengan Pertamina di blok tersebut. "Ada beberapa perusahaan yang sudah menyampaikan minat untuk masuk ke Mahakam,"tegas Alam.

Sejauh ini pemerintah telah menyebut nama Total E&P Indonesie yang masih berminat masuk di Blok Mahakam pasca 2017. Total adalah operator Blok Mahakam saat ini. Selain itu Inpex Corporation juga disebut ingin memiliki saham di Blok Mahakam pasca 2017. Perusahaan asal Jepang ini juga pemegang saham di Blok Mahakam saat ini.

Di luar Total dan Inpex, ada juga perusahaan asal Uni Emirat Arab, Mubadala Petroleum. Mubadala telah menyampaikan minatnya untuk berpatner dengan Pertamina di Blok Mahakam.

Untuk bisa berpatner dengan Pertamina, Perusahaan migas tersebut tentunya harus menyiapkan dana yang cukup untuk membeli saham di Blok Mahakam. Dari hasil perhitungan terhadap aset di permukaan (surface) Blok Mahakam pada awal tahun ini, SKK Migas menyatakan nilai aset Blok Mahakam posisi 31 Desember 2017 sebesar 3,45 miliar dollar AS.

Di sisi lain, untuk mengeoperasikan Blok Mahakam pada tahun depan, Pertamina sudah menganggarkan dana sebesar 1,8 miliar dollar AS. Dana tersebut digunakan untum investasi sebesar 700 juta dollar AS dan dana operasi sebesar 1,1 miliar dollar AS. (Kontan/Febrina Ratna Iskana)

Berita ini sudah tayang di Kontan dengan judul Pertamina buka wacana berpatner selain Total EP

 

EditorErlangga Djumena
Sumber
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM