Menhub: Saya Usul Rute LRT Ratu Prabu Menuju Bandara Soekarno-Hatta - Kompas.com

Menhub: Saya Usul Rute LRT Ratu Prabu Menuju Bandara Soekarno-Hatta

Achmad Fauzi
Kompas.com - 08/01/2018, 10:03 WIB
Beberapa pekerja tengah menggarap konstruksi rel Light Rail Transit (LRT) Palembang, Kamis (26/10/2017).Kompas.com / Dani Prabowo Beberapa pekerja tengah menggarap konstruksi rel Light Rail Transit (LRT) Palembang, Kamis (26/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengusulkan rute kepada PT Ratu Prabu Energi Tbk jika membangun kereta api ringan atau Light Rail Transit ( LRT). 

Salah satunya adalah rute dari Bandara Halim Perdana Kusuma menuju Bandara Soekarno-Hatta.

"Saya mengusulkan ada beberapa jalur jalur yang potensial, terutama yang menuju ke Bandara Soekarno-Hatta. Halim menuju Soekarno-Hatta, lanjut daerah selatan, MRT diteruskan ke BSD, kemudian diteruskan ke Alam Sutera dan diteruskan ke Bandara. Pasti itu merupakan jalur jalur yang sangat ekonomis," ujar dia saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Minggu (7/1/2018).

Menurut Mantan Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol ini banyak investor swasta yang ingin membangun infrastruktur transportasi menuju Bandara Soekarno-Hatta. 

Baca juga: Korea Selatan Minat Investasi di Proyek LRT Jabodebek

Budi Karya pun juga memberikan kesempatan kepada investor manapun untuk membangun infrastruktur transportasi. Namun dia, enggan menyebutkan siapa saja investor yang tertarik membangun infrastruktur transportasi menuju Bandara Soekarno-Hatta.

"Beberapa yang ingin mengajukan itu terutama yang menuju bandara. Jadi tinggal kita kasih kesempatan, nanti ada semacam beauty contest bagi mereka (investor) yang mengajukan proposal saya kira," sebut dia. 

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan pemerintah provinsi akan menggandeng Ratu Prabu membangun LRT lanjutan sepanjang 200 kilometer. 

Adapun total investasi dari pembangunan LRT tersebut mencapai Rp 320 miliar yang mana dibagi dalam tiga tahapan pembangunan yang berlangsung 2020-2025. 

Kompas TV Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan untuk mengurangi dan menghapuskan dana penyertaan modal pemerintah pada sejumlah BUMD.

PenulisAchmad Fauzi
EditorErlangga Djumena
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM