Krisis Ekonomi, Warga Venezuela Mulai Memulung Barang di Sungai - Kompas.com

Krisis Ekonomi, Warga Venezuela Mulai Memulung Barang di Sungai

Sakina Rakhma Diah Setiawan
Kompas.com - 08/01/2018, 15:20 WIB
Sejumlah pria bekerja di sebuah tambang emas di tepi sungai El Callao, Bolivar, Venezuela Tenggara, Jumat (24/2/2017). Di penambangan ilegal itu, sejumlah warga bekerja dengan tingkat risiko keselamatan tinggi demi menyambung hidup.AFP PHOTO / JUAN BARRETO Sejumlah pria bekerja di sebuah tambang emas di tepi sungai El Callao, Bolivar, Venezuela Tenggara, Jumat (24/2/2017). Di penambangan ilegal itu, sejumlah warga bekerja dengan tingkat risiko keselamatan tinggi demi menyambung hidup.

CARACAS, KOMPAS.com - Sejumlah pemuda Venezuela mulai mengais dasar sungai yang cukup dangkal untuk mencari "harta karun".

Barang-barang yang dicari antara lain cincin, perhiasan, potongan logam mulia, atau barang berharga lainnya. Mereka akan menjual barang temuannya dan uang yang diperoleh dipakai untuk membeli makanan.

Mengutip Las Vegas Sun, Senin (8/1/2018), praktik mencari harta karun tersebut diketahui salah satunya terjadi di Sungai Guaire, dekat ibu kota Caracas.

"Bekerja di Guaire tidak mudah. Kalau sedang mudah, maka akan mudah, tetapi kalau sedang sulit, maka sulit," kata Angel Villanueva (26), seorang pemuda yang memulung benda-benda berharga di sungai tersebut.

Kondisi ini merupakan salah satu potret semakin parahnya krisis ekonomi di Venezuela. Negara itu pernah menjadi salah satu negara terkaya di kawasan Amerika Latin lantaran memiliki cadangan minyak mentah yang melimpah.

Namun, buruknya pengelolaan sumber daya alam dan anjloknya harga minyak mentah dunia membuat Venezuela terperosok ke jurang krisis ekonomi. Akibatnya pun semakin banyak warga Venezuela yang patah arang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Setiap pagi, ada saja orang yang menyusuri aliran sungai. Tentu saja dengan harapan dapat memperoleh secuil harta yang bisa ditukar dengan uang untuk membeli kebutuhan hidup seperti makanan dan bahan pokok lainnya.

Namun, pencarian tersebut lebih sering tidak membuahkan hasil. Yang mereka peroleh hanya berkubang dalam sungai yang kotor nan keruh.

Makanan semakin susah untuk dicari dan susah pula dibeli. Sebuah survei menyebut, setidaknya 75 peresen warga Venezuela kehilangan berat badan mencapai 8,7 kilogram pada tahun 2017 lalu.

Inflasi di Venezuela ditaksir sudah mencapai lebih dari 1.200 persen dan pertumbuhan ekonomi pun negatif. Adapun mata uang bolivar semakin tidak ada harganya.

PenulisSakina Rakhma Diah Setiawan
EditorBambang Priyo Jatmiko
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM