Buka Kantor di Mataram, BTN Pacu Pengembangan Bisnis Syariah di NTB - Kompas.com

Buka Kantor di Mataram, BTN Pacu Pengembangan Bisnis Syariah di NTB

Pramdia Arhando Julianto
Kompas.com - 09/01/2018, 16:08 WIB
Dirut BTN Maryono bersama Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdidok BTN Dirut BTN Maryono bersama Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mengembangkan Unit Usaha Syariah (UUS) di Propinsi Nusa Tenggara Barat ( NTB) dengan menghadirkan Kantor Cabang Syariah (KCS) Mataram.

Hal ini dilakukan untuk menangkap peluang ditengah perkembangan bisnis tersebut.

Direktur Utama BTN, Maryono menilai, saat ini NTB memiliki potensi pertumbuhan ekonomi syariah menjanjikan, sebab itu perseroan membuka cabang syariah di daerah berjuluk Negeri Seribu Masjid ini.

"Potensi laju pertumbuhan ekonomi di NTB telah tumbuh dengan positif dan diatas rata–rata nasional yaitu sebesar 5,28 persen. Pertumbuhan ekonomi yang baik ini berdampak pada sektor perbankan khususnya Perbankan Syariah di NTB," ujar Maryono melalui keterangan resmi, Selasa (8/1/2018).

Di sisi lain, potensi pertumbuhan ekonomi syariah di NTB sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya, jumlah penduduk muslim, pengembangan wisata syariah yang menjadi salah satu sektor unggulan.

Selain itu, peresmian Kantor Cabang Syariah (KCS) Mataram ini sebagai salah satu upaya strategis Bank BTN dalam mendukung Program Sejuta Rumah, dimana wilayah kota Mataram dan sekitarnya diharapkan dapat memberikan dukungan untuk program yang diinisiasi oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo.

"Dengan kompetensi dan pengalaman kami dalam memberikan pembiayaan perumahan maka hal ini akan menjadi modal strategis yang akan dimanfaatkan KCS Mataram," tegasnya.

Adapun BTN Syariah secara nasional mencatatkan kinerja positif sampai dengan akhir Desember 2017.

Secara umum, kinerja UUS BTN diperkirakan akan berada diatas rata-rata industri seperti aset diperkirakan akan tumbuh sekitar  29 persen.

Kemudian penghimpunan Dana Pihak Ketiga juga diperkirakan meningkat sekitar 24 persen. Dan pembiayaan juga diperkirakan tumbuh sekitar 26 persen dan laba UUS BTN juga diperkirakan naik sekitar 28 persen. 

Kepala Otoritas Jasa Keuangan NTB Farid Faletehan mengungkapkan, potensi bisnis syariah di NTB sangat besar namun belum diketahui oleh masyarakat setempat.

"Kami harap kehadiran Bank BTN bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat lewat sosialisasi," ujarnya.

Sementara itu Gubernur NTB, Muhammad Zainul Majdi mengharapkan, dengan hadirnya Bank BTN bisa membuat penyaluran kredit perumahan meningkat.

"Saya berharap Bank BTN menambah porsi penyaluran kredit perumahan di NTB, karena backlog perumahan di NTB masih sangat besar dan warga membutuhkan untuk perumahan yang layak," pungkasnya.

PenulisPramdia Arhando Julianto
EditorBambang Priyo Jatmiko
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM