Modalku Tembus Pendanaan UMKM Rp 1 Triliun - Kompas.com

Modalku Tembus Pendanaan UMKM Rp 1 Triliun

Sakina Rakhma Diah Setiawan
Kompas.com - 10/01/2018, 21:36 WIB
CEO Modalku Reynold Wijaya (kiri) dan COO Modalku Iwan Kurniawan (kanan).Dok. Modalku CEO Modalku Reynold Wijaya (kiri) dan COO Modalku Iwan Kurniawan (kanan).

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan rintisan (startup) peer-to-peer lending Modalku mencatatkan pencairan pinjaman modal usaha sebesar Rp 1 triliun pada tahun 2017. Pinjaman ini diberikan kepada UMKM di Indonesia, Singapura, dan Malaysia.

Dengan pencapaian ini, perkembangan Modalku di tahun 2017 tercatat 9 kali lebih besar dibandingkan pertumbuhan pada tahun 2016. Indonesia merupakan pasar terbesar bagi Modalku.  Lebih dari 50 persen dari total pinjaman, atau sekitar Rp 520 miliar disalurkan bagi UMKM lokal.

“Kami sangat bangga atas pencapaian yang telah diraih Modalku selama 2017, khususnya mendapatkan pengakuan dunia bahwa kami memberikan dampak yang positif bagi masyarakat Indonesia serta mendukung inklusi keuangan nasional,"  sebut CEO Modalku Reynold Wijaya dalam pernyataan resmi, Rabu (10/1/2018).

Total pendanaan UMKM Grup Modalku merupakan jumlah terbesar yang dicetak platform P2P lending baik di Indonesia maupun Asia Tenggara. Modalku menyediakan layanan P2P lending, di mana UMKM berpotensi dan pencari investasi alternatif dipertemukan lewat pasar digital.

Baca juga: Kota Koperasi, Fintech, dan Pendekatan Baru

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terdapat kebutuhan kredit bagi UMKM sebesar Rp 1.700 triliun per tahun di Indonesia. Saat ini, lembaga keuangan yang ada hanya dapat memenuhi Rp 700 triliun dari kebutuhan tersebut, sehingga ada kekurangan pendanaan bagi UMKM sebesar Rp1.000 trilliun di Indonesia setiap tahun.

Studi Oliver Wyman dan Modalku menemukan bahwa kurangnya akses terhadap pinjaman bagi UMKM Indonesia yang ingin berkembang menyebabkan kerugian sebesar 14 persen dari total PDB nasional di tahun 2015. Karena itu, diperlukan sumber pendanaan alternatif bagi UMKM Indonesia, terutama karena kontribusi UMKM yang besar bagi negara, sebesar 60,34 persen dari PDB nasional dan memperkerjakan 97 persen tenaga kerja Indonesia.

Kompas TV Teknologi informatika mengubah cara belanja konsumen ritel menjadi lebih efisien

PenulisSakina Rakhma Diah Setiawan
EditorErlangga Djumena
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM