2018, KKP Targetkan Ekspor Hasil Perikanan 5 Miliar Dollar AS - Kompas.com

2018, KKP Targetkan Ekspor Hasil Perikanan 5 Miliar Dollar AS

Andri Donnal Putera
Kompas.com - 11/01/2018, 19:36 WIB
Ikan tangkapan nelayan dibongkar dari kapal di Pelabuhan Perikanan Samudra Nizam Zachman, Jakarta, Selasa (27/8/2013). Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian
Kelautan dan Perikanan gencar melakukan upaya mendorong ekspor ikan hasil penangkapan.KOMPAS/HERU SRI KUMORO Ikan tangkapan nelayan dibongkar dari kapal di Pelabuhan Perikanan Samudra Nizam Zachman, Jakarta, Selasa (27/8/2013). Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan gencar melakukan upaya mendorong ekspor ikan hasil penangkapan.

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP) telah memasang target untuk sejumlah indikator yang akan dikerjakan Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP). Indikator yang dimaksud antara lain nilai ekspor produk perikanan serta investasi hasil kelautan dan perikanan.

"Target nilai ekspor hasil perikanan 5 miliar dollar AS. Capaian nilai ekspor produk perikanan sampai November 2017 sebesar 4,09 miliar dolar AS, sedangkan volumenya sebesar 979.910 ton," kata Direktur Jenderal PDSPKP Nilanto Perbowo saat ditemui di gedung KKP, Jakarta Pusat, Kamis (11/1/2018).

Nilanto menyebutkan, realisasi investasi kelautan dan perikanan sampai kuartal III-2017 tercatat Rp 4,03 triliun. Dari total nilai investasi tersebut terdapat kenaikan 96,81 persen atau Rp 1,23 triliun dibanding kuartal III-2016 untuk nilai investasi di bidang usaha produksi yang mencakup sektor tangkap dan budidaya ikan.

Kemudian nilai investasi bidang usaha industri pengolahan juga naik 0,4 persen atau Rp 2,29 triliun dibanding kuartal III-2016. Dari data tersebut, target tahun 2018 ditetapkan Rp 6,3 triliun.

Baca juga: KKP: Ekspor Produk Perikanan RI Lebih Tinggi dari China, Vietnam, dan Filipina

Tercatat Singapura, Filipina, Belgia, China, dan Jepang menjadi negara utama asal penanaman modal asing ke Indonesia. Dari total 17 negara yang berinvestasi, 73,01 persennya berinvestasi di bidang usaha pengolahan, 19,74 persen di bidang usaha produksi perikanan, serta 7,25 persen di bidang perdagangan.

Kompas TV Komisi IV meminta kapal pencuri ikan disita dan diberikan kepada nelayan.

PenulisAndri Donnal Putera
EditorErlangga Djumena
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM