Atasi Lonjakan Harga, Pemerintah Akhirnya Mengimpor Beras 500.000 Ton - Kompas.com

Atasi Lonjakan Harga, Pemerintah Akhirnya Mengimpor Beras 500.000 Ton

Pramdia Arhando Julianto
Kompas.com - 11/01/2018, 21:34 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita saat konferensi pers di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (11/1/2018).KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDO JULIANTO Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita saat konferensi pers di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan, pemerintah segera membuka keran impor beras jenis khusus sebanyak 500.000 ton. Hal ini dilakukan untuk mengatasi permasalahan lonjakan harga beras dan pasokan beras yang sedang menurun.

"Saya sampaikan tidak mau mengambil resikokekurangan pasokan, saya mengimpor beras khusus, beras yang tidak ditanam dalam negeri," ujar Mendag saat konferensi pers di Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (11/1/2018).

Mendag mengatakan, pihaknya menujuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PPI sebagai importir.  "500.000 ton berasal dari Vietnam dan Thailand," sebut Mendag.

Dia bilang, dengan keputusan mengimpor beras, maka kekhawatiran harga beras terus melonjak akan segera teratasi.

Baca juga: Mendag Siap Tindak Tegas Spekulan Harga Beras

Harga beras di Majene, Sulawesi Barat, melambung di awal Tahun Baru 2018. Hampir semua jenis beras mengalami kenaikan signifikan.KOMPAS.com Harga beras di Majene, Sulawesi Barat, melambung di awal Tahun Baru 2018. Hampir semua jenis beras mengalami kenaikan signifikan.
"Kami memasok beras impor, maka kekhawatiran kekurangan pangan (teratasi), masalah perut, masalah pangan itu menjadi prioritas," papar Mendag.

Mendag mengatakan, jenis beras yang di impor pada saat ini merupakan jenis beras khusus yang tidak ditanam di Indonesia, dan memiliki landasan hukum berupa Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 1 Tahun 2018. Sehingga hal ini tidak akan menggangu produksi dalam negeri.

Namun demikian, Mendag tidak menjelaskan lebih rinci terkait jenis atau klasifikasi beras khusus yang akan di impor oleh pemerintah.

"Jangan kita mengambil risiko dan ada pertentangan karena petani juga adalah konsumen membeli beras dan tidak boleh ada terjadi kekosongan pasokan," sebut Mendag.

Baca juga: Negara Tetangga Komplain Indonesia Tak Lagi Impor Beras

Sementara itu, Mendag memastikan, pasokan beras impor tersebut akan tiba di Indonesia pada akhir Januari mendatang, diharapkan dengan jadwal kedatangan itu maka tidak akan menggangu masa panen raya padi di Indonesia pada Februari hingga Maret mendatang. "Saya pastikan masuk akhir Januari," ujarnya.

Sedangkan, untuk harga jual beras impor nanti, Mendag memastikan, harga beras impor tersebut akan dijual dengan harga beras medium Rp 9.450 per kilogram untuk wilayah Jawa dan Sumatera Selatan dan Lampung.

Kompas TV Cuaca buruk membuat panen beras tidak tepat waktu.

PenulisPramdia Arhando Julianto
EditorErlangga Djumena
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM