Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menteri Susi: SKPT Natuna Diresmikan Presiden Jokowi Tahun Ini

Kompas.com - 29/01/2018, 09:08 WIB
Yoga Hastyadi Widiartanto

Penulis

NATUNA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berencana untuk meninjau Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Selat Lampa, Natuna, Kepulauan Riau, pada Senin (29/1/2018).

Dia mengatakan tinjauan tersebut dilakukan dalam rangka melihat kesiapan fasilitas-fasilitas di SKPT. Pasalnya dalam waktu dekat, Presiden Joko Widodo akan hadir untuk meresmikannya.

"Kan kami punya SKPT di Natuna yang saya ingin pastikan kesiapannya karena mau diresmikan Presiden. Sekitar tahun ini lah peresmiannya," ujar Susi saat bincang dengan awak media di Pantai Batu Sindu, Natuna, Minggu (28/1/2018).

SKPT di Selat Lampa dibangun sejak 2016. Susi juga sudah sempat meninjaunya pada 2017 lalu, namun menurut dia masih ada sejumlah fasilitas yang mesti dilengkapi.

Baca juga : Susi: Pengusaha Perikanan Jangan Coba-coba Pekerjakan Nelayan Asing

Sentra Kelautan dan Perikanan TerpaduDok KKP Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu
"Tempo hari BBM belum ada, sekarang sudah jalan. Cold storage belum ada, sekarang sudah ada. Tinggal rumah singgah nelayannya saja yang belum lengkap," terang Susi.

Adapun saat Kompas.com mengunjungi SKPT Selat Lampa, hari ini, sudah ada cold storage  yang dikelola oleh Perum Perikanan Indonesia (Perindo). Sentra pengisian bahan bakar pun sudah beroperasi.

Perindo membeli ikan-ikan yang dibawa nelayan ke SKPT Selat Lampa sekaligus menyalurkannya ke daerah lain atau untuk keperluan ekspor. Selain itu, nelayan yang membutuhkan es untuk menjaga kesegaran ikan, bisa mendapatkannya dari sini.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Survei Prudential: 68 Persen Warga RI Pertimbangkan Proteksi dari Risiko Kesehatan

Survei Prudential: 68 Persen Warga RI Pertimbangkan Proteksi dari Risiko Kesehatan

Earn Smart
7 Contoh Kebijakan Fiskal di Indonesia, dari Subsidi hingga Pajak

7 Contoh Kebijakan Fiskal di Indonesia, dari Subsidi hingga Pajak

Whats New
'Regulatory Sandbox' Jadi Ruang untuk Perkembangan Industri Kripto

"Regulatory Sandbox" Jadi Ruang untuk Perkembangan Industri Kripto

Whats New
IHSG Melemah 0,83 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut

IHSG Melemah 0,83 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Susut

Whats New
Nasabah Bank DKI Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di Seluruh ATM BRI

Nasabah Bank DKI Bisa Tarik Tunai Tanpa Kartu di Seluruh ATM BRI

Whats New
Genjot Layanan Kesehatan, Grup Siloam Tingkatkan Digitalisasi

Genjot Layanan Kesehatan, Grup Siloam Tingkatkan Digitalisasi

Whats New
Pelita Air Siapkan 273.000 Kursi Selama Periode Angkutan Lebaran 2024

Pelita Air Siapkan 273.000 Kursi Selama Periode Angkutan Lebaran 2024

Whats New
Puji Gebrakan Mentan Amran, Perpadi: Penambahan Alokasi Pupuk Prestasi Luar Biasa

Puji Gebrakan Mentan Amran, Perpadi: Penambahan Alokasi Pupuk Prestasi Luar Biasa

Whats New
Pengertian Kebijakan Fiskal, Instrumen, Fungsi, Tujuan, dan Contohnya

Pengertian Kebijakan Fiskal, Instrumen, Fungsi, Tujuan, dan Contohnya

Whats New
Ekspor CPO Naik 14,63 Persen pada Januari 2024, Tertinggi ke Uni Eropa

Ekspor CPO Naik 14,63 Persen pada Januari 2024, Tertinggi ke Uni Eropa

Whats New
Tebar Sukacita di Bulan Ramadhan, Sido Muncul Beri Santunan untuk 1.000 Anak Yatim di Jakarta

Tebar Sukacita di Bulan Ramadhan, Sido Muncul Beri Santunan untuk 1.000 Anak Yatim di Jakarta

BrandzView
Chandra Asri Bukukan Pendapatan Bersih 2,15 Miliar Dollar AS pada 2023

Chandra Asri Bukukan Pendapatan Bersih 2,15 Miliar Dollar AS pada 2023

Whats New
Tinjau Panen Raya, Mentan Pastikan Pemerintah Kawal Stok Pangan Nasional

Tinjau Panen Raya, Mentan Pastikan Pemerintah Kawal Stok Pangan Nasional

Whats New
Kenaikan Tarif Dinilai Jadi Pemicu Setoran Cukai Rokok Lesu

Kenaikan Tarif Dinilai Jadi Pemicu Setoran Cukai Rokok Lesu

Whats New
Puasa Itu Berhemat atau Boros?

Puasa Itu Berhemat atau Boros?

Spend Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com