5 Trik Mencegah Masalah Keuangan bagi Pengantin Baru - Kompas.com

5 Trik Mencegah Masalah Keuangan bagi Pengantin Baru

Kompas.com - 11/02/2018, 13:30 WIB
IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi

KOMPAS.com - Pasangan yang baru menikah umumnya memiliki ilmu yang masih sedikit dalam berbagai aspek sehingga rentan mengalami masalah pernikahan, seperti masalah keuangan.

Masalah ini rentan terjadi di kehidupan berumah tangga, terutama bagi keluarga muda.

Kebanyakan dari mereka masih belum mendalami bagaimana cara mengelola keuangan sehingga masalah keuangan bisa muncul kapan saja.

Bahkan, masalah keuangan ini bisa berakibat fatal jika tidak segera diselesaikan dengan baik. Sebab bisa berpengaruh besar pada keharmonisan pernikahan Anda.

Hal ini bahkan diteliti seorang scientist di Utah State University. Penelitiannya menyebutkan jika pasangan yang berutang memiliki kehidupan yang kurang bahagia.

 

Timbulnya berbagai percekcokan pada pasangan yang baru menikah biasanya hanya karena masalah uang.

Baca juga : Pentingnya Terbuka Masalah Keuangan Sebelum Menikah

 

Tentu Anda tidak ingin hal ini terjadi pada kehidupan berumah tangga Anda, bukan? Berikut ini trik menghindari masalah keuangan bagi keluarga muda.

1.Kenali Tanda-Tanda Bencana Keuangan agar Segera Diantisipasi

Sebelum memutuskan untuk memulai lembaran baru dengan kekasih, Anda harus betul-betul memahami konsekuensi yang akan dihadapi nanti. Contoh, pada zaman sekarang, banyak orang cenderung gengsi untuk melakukan pesta pernikahan sederhana.

Mereka memilih untuk mengadakan pesta pernikahan mewah yang tentunya mengeluarkan biaya yang fantastis. Karena biaya yang masih kurang, mereka bersedia untuk berutang. Hal ini bisa menjadi masalah besar jika tidak dipersiapkan dengan matang-matang dengan pasangan.

Selain itu, hentikanlah dorongan konsumtif yang Anda miliki. Jangan membeli sesuatu berdasarkan keinginan semata. Ada baiknya dipikirkan terlebih dahulu apa yang Anda sangat butuhkan sekarang agar tidak salah langkah.

Di sinilah pentingnya mengenali tanda-tanda yang berpotensi membahayakan keuangan. Mengeluarkan dana tanpa dipikir matang-matang adalah tanda awal dari akan munculnya bencana keuangan. Karena itu, pertimbangkan apakah pengeluaran tersebut penting atau tidak.
 
2.Jangan Ada yang Ditutup-Tutupi

Jangan pernah bersikap tertutup dengan pasangan Anda. Terbukalah mengenai kehidupan, pekerjaan, ataupun keuangan. Sebelum menikah atau sesudah menikah, cobalah berterus terang dengan berdiskusi dua arah kepada pasangan mengenai seberapa besar gaji yang diperoleh dari pekerjaan Anda.

Dengan begitu, Anda bisa memiliki gambaran jelas untuk mengelola pemasukan dan pengeluaran keluarga. Selain itu, jika Anda habis membeli sesuatu atau berutang demi membeli sebuah barang, beritahulah pasangan Anda.

Jangan sembunyi-sembunyi ketika berutang. Sebab hal ini bisa memberatkan diri Anda dan kelangsungan kehidupan rumah tangga.
 
3.Samakan Pandangan tentang Urusan Keuangan

Setiap manusia memiliki visi, misi, dan karakter berbeda-beda dalam menjalani kehidupan. Tak terkecuali pasangan Anda sekarang. Tidak ada jaminan bahwa pasangan Anda memiliki pandangan yang sama dengan Anda.

Karena itu, ada baiknya bertanya dan berdiskusi dengan pasangan untuk mengetahui pandangannya mengenai keuangan.

Selain itu, dari segi karakter, Anda harus tahu betul bagaimana karakter pasangan dalam membelanjakan uangnya.

Misalnya, jika karakter pasangan merupakan orang yang boros dan Anda adalah orang yang hemat, cobalah bantu pasangan Anda untuk mengatur pemasukan dan pengeluaran yang ia miliki dengan cara baik-baik.

Jangan bersikap layaknya Anda lebih benar dari pasangan. Hargailah apa yang dilakukannya guna menghindari percekcokan.
 
4.Memiliki Komitmen yang Sama dalam Urusan Keuangan

Untuk menghindari masalah keuangan di masa depan, buatlah komitmen bersama dengan pasangan. Komitmen tersebut adalah tentang bagaimana mengalokasikan dana untuk investasi, dana darurat, pembayaran tagihan, dan lain-lain.

Sebagai contoh, saat Anda gajian, hal yang paling penting untuk dipikirkan adalah tagihan yang belum dibayar, misalnya tagihan air, listrik, SPP, dan sebagainya.

Setelah itu, atur sisa uang Anda untuk kebutuhan harian dan bulanan keluarga. Jika masih ada sisa, Anda bisa menggunakannya untuk ditabungkan atau investasi.
 
5.Jangan Ada Dusta di Antara Anda dan Pasangan

Kejujuran adalah prioritas utama dalam membangun sebuah hubungan. Jika Anda tidak jujur, pastinya Anda akan kehilangan kepercayaan dari pasangan.

Contoh dalam masalah keuangan, jangan pernah sembunyi-sembuyi ketika memiliki akun keuangan, seperti rekening tabungan atau kartu kredit. Kalau hal ini Anda sembunyikan, bersiaplah menghadapi bencana keuangan di masa depan.
 
Pentingnya Menghindari Konflik Keuangan Keluarga

Jadi, setelah membaca artikel di atas, dapat disimpulkan bahwa mencegah masalah keuangan pasangan yang baru berkeluarga yaitu dengan mengomunikasikan terlebih dahulu secara bersama-sama urusan keuangan masing-masing.

Selain itu, dengan bersikap terbuka terhadap pasangan tanpa ada yang ditutupi, akan sangat berpengaruh bagi kelangsungan pernikahan. Sebab jujur satu sama lain tentunya akan memperkuat keharmonisan rumah tangga.

Ditambah lagi, buatlah kesepakatan bersama dalam mengelola keuangan sebelum dan sesudah berumah tangga agar Anda dan pasangan lebih siap dalam menghadapi masalah keuangan di kemudian hari.

Artikel ini merupakan konten kerja sama dengan Cermati.com, isi diluar tanggungjawab Kompas.com


Komentar
Close Ads X