Pintu Gerbang KA Bandara Ambruk, Ini Kata Waskita Karya - Kompas.com

Pintu Gerbang KA Bandara Ambruk, Ini Kata Waskita Karya

Kompas.com - 12/02/2018, 11:02 WIB
Penumpang KRL commuter line yang hendak berpindah ke KA Bandara Soekarno-Hatta di Stasiun Batu Ceper, Kota Tangerang, harus berjalan di rel dan melewati perkampungan pada Kamis (25/1/2018). Belum tersedianya jalur perpindahan antarmoda di Stasiun Batu Ceper membuat penumpang terpaksa melalui jalur yang tidak seharusnya. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Penumpang KRL commuter line yang hendak berpindah ke KA Bandara Soekarno-Hatta di Stasiun Batu Ceper, Kota Tangerang, harus berjalan di rel dan melewati perkampungan pada Kamis (25/1/2018). Belum tersedianya jalur perpindahan antarmoda di Stasiun Batu Ceper membuat penumpang terpaksa melalui jalur yang tidak seharusnya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gerbang dekat perlintasan kereta Bandara Soekarno-Hatta di Jalan Perimeter Selatan, Kota Tangerang, dikerjakan oleh kontraktor PT Waskita Karya. Gerbang tersebut ambruk dan mengenai seorang sekuriti yang berada di lokasi hingga membuatnya dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat penanganan lanjutan.

"Iya, gerbangnya Waskita yang mengerjakan," kata Kepala Bagian Humas dan CSR PT Waskita Karya, Poppy Sukmawati, saat dihubungi Kompas.com pada Senin (12/2/2018).

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai penyebab gerbang tersebut ambruk, tidak ada jawaban dari Poppy hingga pukul 10.40 WIB. Sekretaris Perusahaan Waskita Karya Shastia Hadiarti juga menolak panggilan telepon ketika hendak ditanyai hal ini.

Gerbang tersebut ambruk pada Minggu (11/2/2018) sekitar pukul 09.40 WIB. Sekuriti bernama Edi Junaidy tertimpa gerbang tersebut saat kejadian.

Baca juga: Pintu Gerbang Kereta Bandara Ambruk, Satu Orang Terluka

Menurut Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta, Komisaris Besar Akhmad Yusep Gunawan, gerbang itu ambruk diduga karena angin kencang. Namun, belum ada informasi mengenai penyebab pasti mengapa gerbang yang jadi pembatas Jalan Perimeter Selatan dengan rel kereta bandara itu ambruk.

Waskita Karya merupakan kontraktor yang sebelumnya bertanggung jawab atas ambrolnya dinding beton dan tanah longsor di underpass Jalan Perimeter Selatan, yang jaraknya berdekatan dengan tempat gerbang yang ambruk. Akibat ambrolnya dinding beton underpass, seorang perempuan meninggal dunia dan satu perempuan lainnya masih menjalani perawatan setelah tertimpa potongan beton berjam-jam.


Komentar
Close Ads X