AirNav Layani Navigasi Penerbangan di 282 Bandara Seluruh Indonesia - Kompas.com

AirNav Layani Navigasi Penerbangan di 282 Bandara Seluruh Indonesia

Kompas.com - 12/02/2018, 19:31 WIB
Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia).KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDO JULIANTO Perusahaan Umum (Perum) Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia).

PANGKALPINANG, KOMPAS.com -  Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia hingga saat ini telah melayani navigasi penerbangan di 282 bandara seluruh Indonesia.

Manager Hubungan Masyarakat AirNav Indonesia Yohanes Sirait mengatakan, sebagai salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang baru terbentuk, AirNav sudah memiliki pekerjaan yang besar dalam hal layanan navigasi udara.

"Hingga saat ini AirNav melayani 282 bandara di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke," kata Yohanes di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (12/2/2018).

Sementara itu, General Manager AirNav Cabang Pangkalpinang, Agus Istiarno mengatakan, hingga saat ini, AirNav memiliki berbagai layanan yang mendukung operasional penerbangan di Indonesia.

Baca juga : AirNav Operasikan Tower Baru di Pangkalpinang Senilai Rp 37 Miliar

Mulai dari layanan navigasi penerbangan berupa pelayanan pemanduan lalu lintas penerbangan, pelayanan informasi penerbangan, kemudian pelayanan navigasi, pelayanan telekomunikasi penerbangan.

"Hingga layanan informasi meteorologi dan search and rescue (SAR)," papar Agus.

Agus menjelaskan, layanan AirNav dimulai dari awal penerbangan pesawat hingga pesawat berhasil mendarat.

"Ketika pesawat sudah siap berangkat, pintunya ditutup dan didorong mundur dan itu sudah ada komunikasi dengan AirNav atau navigasi penerbangan, dan sejak itu layanan AirNav dimulai hingga pesawat landing," ujar Agus.

Baca juga : AirNav Pastikan Pengelolaan Waktu Terbang untuk Maskapai Transparan

Menurutnya, tidak ada satupun penerbangan pesawat yang diterbangkan tanpa dilakukan pengaturan navigasi penerbangan baik di udara maupun selama pendaratan.

Sebab, pengaturan navigasi penerbangan dilakukan untuk keselamatan, kelancaran operasional transportasi udara.

"Komitmen kami mencegah terjadinya tabrakan pesawat di diudara dan di darat. Sampai sekarang yang namanya penerbangan adalah transportasi yang paling selamat," papar Agus.

Ruang Udara

Berdasarkan data AirNav Indonesia hingga saat ini, AirNav Indonesia mengelola ruang udara Indonesia yang dibagi menjadi 2 (dua) Flight Information Region (FIR) barat dan timur dengan total luas FIR sebesar 2.219.629 kilometer.

Kemudian, melayani hingga 10.000 movement atau pergerakan pesawat per hari.

Sebelumnya, Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia saat ini dalam upaya mempercepat pengambilalihan flight Information Region (FIR) atau ruang udara RI di Blok ABC dari Singapura dan Malaysia.

Blok ABC adalah ruang udara RI dari Batam hingga Natuna, yang dikelola oleh Singapura dan Malaysia sejak 1946.

Percepatan pengambilalihan ini diperkirakan rampung pada 2019 dan AirNav Indonesia akan mengelola penerbangan di Blok ABC yang ketinggiannya di bawah 20.000 kaki.

Kompas TV Otoritas Bandara Adisutjipto Yogyakarta, dalam tiga hari terakhir mendapat 22 laporan terkait balon udara.


Komentar
Close Ads X