Kemenperin Sebut Pembangunan Kawasan Industri Lampaui Target - Kompas.com

Kemenperin Sebut Pembangunan Kawasan Industri Lampaui Target

Kompas.com - 12/02/2018, 19:42 WIB
Komisi D DPRD Jawa Tengah, saat mendengarkan penjelasan direktur Jababeka, Djefri Cantono, di Kawasan Industri Kendal (KIK). Kompasproperty/Slamet Priyatin KompasProperti /Slamet Priyatin Komisi D DPRD Jawa Tengah, saat mendengarkan penjelasan direktur Jababeka, Djefri Cantono, di Kawasan Industri Kendal (KIK). Kompasproperty/Slamet Priyatin

JAKARTA, KOMPAS.com -  Kementerian Perindustrian ( Kemenperin) menyatakan pengembangan kawasan industri, terutama di luar Pulau Jawa telah melampaui target yang dicanangkan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla.

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) Kemenperin, I Gusti Putu Suryawirawan mengungkapkan, sebanyak 10 kawasan industri yang ditargetkan terbangun hingga tahun 2019, saat ini sudah beroperasi.

Kemudian, saat ini ada tiga tambahan kawasan industri baru yang akan selesai pembangunannya pada tahun 2018.

"Artinya, target kami sudah tercapai. Jadi, nanti tahun 2019 sudah ada 18 kawasan industri baru yang beroperasi," ujar Putu melalui keterangan resmi, Senin (12/2/2018).

Baca juga : Pemkab Karawang Naikkan Pajak Bumi Bangunan Kawasan Industri

Adapun tiga kawasan industri baru yang akan beroperasi tahun ini, yaitu kawasan industri Lhokseumawe di Aceh, kawasan industri Wilmar di Serang, dan kawasan industri Tanjung Buton di Riau.

Putu mengatakan, guna mempercepat pengembangan kawasan industri, menurutnya, perlu adanya insentif nonfiskal dan kemudahan perizinan investasi di kawasan industri.

"Kemenperin juga fokus untuk menarik para pelaku industri agar menanamkan modalnya di sejumlah kawasan industri tersebut. Kalau hanya kawasan saja, tidak ada isinya, buat apa? Untuk itu, investasi industri yang harus juga kami dorong," lanjutnya.

Baca juga : PLN Bersiap Pasok Listrik ke Kawasan Industri Dumai

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan, pihaknya telah memfasilitasi pembangunan kawasan industri terpadu dengan fasilitas-fasilitas penunjang guna memudahkan para investor dalam mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

Menteri Airlangga menyebutkan, pada tahun 2018, ditargetkan nilai investasi yang bisa ditarik dari 13 kawasan industri akan mencapai Rp 250,7 triliun.

Ke-13 kawasan industri (KI) tersebut, yaitu KI Morowali, Sulawesi Tengah, KI atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Sumatera Utara, KI Bantaeng, Sulawesi Selatan, KI JIIPE Gresik, Jawa Timur, KI Kendal, Jawa Tengah, dan KI Wilmar Serang, Banten.

Selanjutnya, KI Dumai, Riau, KI Konawe, Sulawesi Tenggara, KI atau KEK Palu, Sulawesi Tengah, KI atau KEK Bitung, Sulawesi Utara, KI Ketapang, Kalimantan Barat, KI atau KEK Lhokseumawe, Aceh, dan KI Tanjung Buton, Riau.

Baca juga : 3 Tahun Jokowi-JK: 10 Kawasan Industri Dibangun

"Pemerintah telah memberikan kemudahan berinvestasi di dalam kawasan industri, antara lain melalui pemberian insentif fiskal dan nonfiskal serta pembentukan satgas untuk penyediaan gas, listrik, air, SDM, lahan, tata ruang, dan lain-lain," jelasnya.

Kompas TV Tapi, dari gudang pendingin berkapasitas 200 ton yang sudah ada, 70 nelayan binaan hanya mampu mengisinya sebesar 120 ton.


Komentar
Close Ads X