AirNav Segera Selesaikan Pembangunan Tower di 4 Wilayah - Kompas.com

AirNav Segera Selesaikan Pembangunan Tower di 4 Wilayah

Kompas.com - 13/02/2018, 08:43 WIB
Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia mulai mengoperasikan tower baru di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (12/2/2018).KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDO JULIANTO Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia mulai mengoperasikan tower baru di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (12/2/2018).

PANGKALPINANG, KOMPAS.com - Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia menargetkan segera menyelesaikan pembangunan tower baru di empat wilayah.

Hal ini dilakukan guna meningkatkan layanan navigasi penerbangan di seluruh Indonesia.

Adapun empat lokasi tersebut diantaranya, Bandara Kertajati, Semarang, Denpasar, Balikpapan, dan Makassar.

"2018 (tower) yang akan selesai ada Kertajati, Semarang, Denpasar, Balikpapan," ungkap Manager Hubungan Masyarakat AirNav Indonesia, Yohanes Sirait di Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (13/2/2018).

Baca juga: AirNav Layani Navigasi Penerbangan di 282 Bandara Seluruh Indonesia

Dari sisi nilai investasi, pembangunan empat tower tersebut mencapai Rp 145 miliar.

Sementara itu, General Manager AirNav Cabang Pangkalpinang, Agus Istiarno mengatakan, hingga saat ini, AirNav memiliki berbagai layanan yang mendukung operasional penerbangan di Indonesia.

Mulai dari layanan navigasi penerbangan berupa pelayanan pemanduan lalu lintas penerbangan, pelayanan informasi penerbangan, kemudian pelayanan navigasi, pelayanan telekomunikasi penerbangan. "Hingga layanan informasi meteorologi dan search and rescue (sar)," papar Agus.

Agus menjelaskan, layanan AirNav dimulai dari awal penerbangan pesawat hingga pesawat berhasil mendarat.

"Ketika pesawat sudah siap berangkat, pintunya ditutup dan didorong mundur dan itu sudah ada komunikasi dengan AirNav atau navigasi penerbangan, dan sejak itu layanan AirNav dimulai hingga pesawat landing," ujar Agus.

Menurut dia, tidak ada satupun penerbangan pesawat yang diterbangkan tanpa dilakukan pengaturan navigasi penerbangan baik di udara maupun selama pendaratan.

Sebab, pengaturan navigasi penerbangan dilakukan untuk keselamatan, kelancaran operasional transportasi udara.

"Komitmen kami mencegah terjadinya tabrakan pesawat di diudara dan di darat. Sampai sekarang yang namanya penerbangan adalah transportasi yang paling selamat," kata Agus.

Berdasarkan data AirNav Indonesia, hingga saat ini, AirNav Indonesia mengelola ruang udara Indonesia yang dibagi menjadi 2 (dua) Flight Information Region (FIR) barat dan timur dengan total luas FIR sebesar 2.219.629 kilometer.



Komentar
Close Ads X