BKPM Fasilitasi "Startup" Indonesia Bertemu dengan Investor Australia - Kompas.com

BKPM Fasilitasi "Startup" Indonesia Bertemu dengan Investor Australia

Kompas.com - 13/02/2018, 14:41 WIB
Gedung Opera di Sydney, Australia.Thinkstock Gedung Opera di Sydney, Australia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Koordinasi Penanaman Modal menggelar acara matchmaking yang bertujuan untuk mendorong kemitraan  perusahaan startups/UKM Indonesia dengan investor Australia.

Acara ini dilakukan melalui kantor perwakilan Indonesia Investment Promotion Center Sydney bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Canberra dan Konsulat Jenderal RI di Sydney, ITPC Sydney, dan Atase Perdagangan.

Tercatat ada 30 perusahaan calon investor dari Australia mengikuti kegiatan temu bisnis tersebut. Dari forum temu bisnis tesebut tercatat 23 letter of intent ditandatangani oleh pelaku usaha startups Indonesia dengan investor Australia.

Duta Besar Indonesia untuk Australia dan Republik Vanuatu Kristiarto Legowo menyampaikan bahwa LOI tersebut merupakan refleksi dari potensi besar kemitraan dagang dan investasi kedua negara.

"Kami akan terus bekerjasama dengan berbagai pihak untuk secara nyata meningkatkan perdagangan dan investasi kedua negara," ujarnya dalam keterangan resmi kepada pers,  Selasa (13/2/2018).

Menurut Kristiarto, hubungan Indonesia dan Australia pada beberapa waktu terakhir ini sangat kuat. Salah satunya ditandai dengan persahabatan antara kedua kepala pemerintah, serta para pejabat tinggi kedua negara.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Usaha BKPM Pratito Soeharyo menambahkan bahwa program yang dilakukan oleh BKPM tersebut memiliki arti penting bagi untuk membangun kesepahaman bagi pelaku usaha kedua negara.

“Kalau pengusaha startups Indonesia bisa bermitra dengan investor Australia maka hasil kemitraan tersebut akan sangat positif sekali,” paparnya.

Pratito menilai bahwa potensi usaha UKM atau startups di Indonesia sebenarnya sangat besar, namun perlu didorong untuk bermitra dengan investor skala besar sehingga dapat meningkatkan skala ekonomi usahanya.

“Ini yang coba kita lakukan bersama dengan berbagai pihak yang terlibat untuk bersama-sama berkomitmen mendorong kemitraan startups Indonesia dengan jejaring bisnis global,” lanjutnya.

Sementara Pejabat Promosi Investasi Sri Moertiningroem menambahkan bahwa keikutsertaan startups dalam forum tersebut terdiri dari beberapa sektor.

"Startups atau UKM yang terlibat di antaranya sektor  Industri, sektor makanan, minuman dan agribisnis, herbal dan aromatherapy, perhiasan, craft dan aksesoris, fesyen, tas dan jaket kulit,” kata Sri,


Komentar
Close Ads X