Tekan Rasio Kredit Bermasalah, Ini yang Dilakukan BTN - Kompas.com

Tekan Rasio Kredit Bermasalah, Ini yang Dilakukan BTN

Kompas.com - 13/02/2018, 16:48 WIB
Paparan kinerja keuangan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk di Menara BTN, Selasa (13/2/2018).KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN Paparan kinerja keuangan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk di Menara BTN, Selasa (13/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melaporkan penurunan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan ( NPL) pada tahun 2017.

Rasio NPL perseroan pada tahun 2017 tercatat sebesar 2,66 persen (gross) dan 1,66 persen (nett).

Angka tersebut turun dibandingkan 2,84 persen (gross) dan 1,85 persen (nett) pada tahun sebelumnya.

Direktur BTN Nixon LP Napitupulu menjelaskan, secara umum rasio NPL industri perbankan nasional memang mengalami penurunan.

Baca juga :   Cari Rumah? Cek di Portal Baru BTN Rumahmurahbtn.com

Meskipun demikian, pada tahun 2017, rasio penurunan NPL terbesar perseroan berasal dari segmen kredit komersial. Penurunan tersebut terjadi baik dari sisi rasio maupun nilainya.

"Yang kami lakukan belakangan ini adalah penyehatan dan restrukturisasi beberapa akun komersial," ujar Nixon pada acara paparan kinerja keuangan BTN tahun 2017 di Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Nixon menuturkan, perseroan pun secara aktif menawarkan penundaan pembayaran pokok selama 1 hingga 2 tahun kepada nasabah. Hal ini dapat menurunkan rasio kredit bermasalah perseroan secara signifikan.

Selain itu, Nixon juga menyatakan rasio NPL untuk KPR subsidi cenderung turun, di mana saat ini rasio NPL-nya mencapai 1,2 6 persen.

Baca juga : Kredit Bermasalah Perbankan Naik, Ini Sebabnya

Nixon menyatakan, rasio kredit bermasalah pada segmen ini adalah yang terbaik bagi BTN.

"Yang sedikit mengalami permasalahan adalah KPR nonsubsidi yang mengalami sedikit kenaikan," jelas Nixon.

Untuk memperbaiki rasio kredit bermasalah pada segmen KPR nonsubsidi, BTN melakukan serangkaian upaya. Salah satu di antaranya adalah penjualan dan pelelangan.

Selain itu, BTN juga melakukan restrukturisasi terhadap rumah-rumah yang masih dihuni dan pemiliknya memiliki penghasilan tetap.

Baca juga : Potensi Kredit Bermasalah Akibat Erupsi Gunung Agung Lebih Dari Rp 1 Triliun

Nixon mengungkapkan, hingga akhir tahun 2017, cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) yang dipasang BTN mencapai 43 persen. BTN, kata dia, mendorong agar CKPN dapat ditingkatkan ke angka 50 persen.

"Memang tidak mungkin ke 100 persen, karena KPR kita di-cover fixed asset berupa rumah dan tanah," ungkap Nixon.

Kompas TV Bank Mandiri mengalami lonjakan kredit bermasalah menjadi hampir 4 persen.



Komentar
Close Ads X