Pertamina Hulu Energi Target Pendapatan Rp 26,9 Triliun pada 2018 - Kompas.com

Pertamina Hulu Energi Target Pendapatan Rp 26,9 Triliun pada 2018

Kompas.com - 13/02/2018, 17:40 WIB
Presiden Direktur Pertamina Hulu Energi R Gunung Sardjono Hadi di Jakarta, Selasa (13/2/2017)KOMPAS.com / APRILLIA IKA Presiden Direktur Pertamina Hulu Energi R Gunung Sardjono Hadi di Jakarta, Selasa (13/2/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina Hulu Energi (PHE), anak usaha PT Pertamina (Persero) menargetkan pendapatan sebesar 1,97 miliar dollar AS pada tahun ini, atau sekitar Rp 26,9 triliun (kurs Rp 13.658 per 13 Februari 2018).

Sementara di 2017, realisasi pendapatan PHE sebesar 1,99 miliar dollar AS atau sekira Rp 27,17 triliun.

Target kenaikan pendapatan PHE di 2018 ditetapkan berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran perusahaan (RKAP) PHE di 2017 sebesar 1,77 miliar dollar AS, yang kemudian direvisi menjadi 1,89 miliar dollar AS.  

"Di 2018 kami akan fokus ke produksi dan lifting minyak. target ini tidak mudah sebab di 2018 beberapa sumur tidak berproduksi lagi," kata Presiden Direktur PT Pertamina Hulu Energi R Gunung Sardjono Hadi di Jakarta, Selasa (13/2/2017).

Baca juga : Pertamina Hulu Energi Bukukan Kinerja Positif di 2017

Menurut Gunung, target laba bersih tahun ini diproyeksikan 211,2 juta dollar AS atau sekitar Rp 2,8 triliun. Sedangkan laba bersih PHE di 2017 sebesar 259,88 juta dollar AS.

Peningkatan laba bersih perseroan didapat dari efisiensi operasional. Namun, anggaran biaya operasi (ABO) perseroan setiap tahun naik karena kenaikan inflasi dan harga sewa.

"Untuk tahun ini, ABO kami proyeksikan 1,07 miliar dollar AS dan ABI sebesar 53,54 juta dollar AS," lanjut Gunung.

Gunung juga menjelaskan, ABO dan anggaran biaya investasi (ABI) perseroan di 2017 juga meningkat dibandingkan 2016.

Pada 2017, ABO PHE mencapai 858,29 juta dollar AS, naik dibandingkan realisasi 2016 sebesar 649,58 juta dollar AS.

Adapun ABI tercatat 488,11 juta dollar AS, lebih tinggi dibandingkan ABI 2016 yang mencapai 300,31 juta dollar AS.

Kompas TV Pembentukan holding dilakukan dengan pengalihan saham negara di PGN kepada Pertamina.



Komentar
Close Ads X