Pada 2018, Pertamina Hulu Energi Tak Lagi Kelola Lapangan Sukowati - Kompas.com

Pada 2018, Pertamina Hulu Energi Tak Lagi Kelola Lapangan Sukowati

Kompas.com - 13/02/2018, 19:47 WIB
Presiden Direktur PT Pertamina Hulu Energi R Gunung Sardjono Hadi di Jakarta, Selasa (13/2/2018)KOMPAS.COM/APRILLIA IKA Presiden Direktur PT Pertamina Hulu Energi R Gunung Sardjono Hadi di Jakarta, Selasa (13/2/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina Hulu Energi (PHE), anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas), pada 2018 ini tidak lagi mengelola dan menjadi operator Lapangan Sukowati di Blok Tuban.

Pengelolaan dan operator Lapangan Sukowati di Blok Tuban saat ini diserahkan ke PT Pertamina EP, anak usaha Pertamina lain yang juga bermain di sektor hulu migas.

Presiden Direktur PT Pertamina Hulu Energi PHE R Gunung Sardjono Hadi mengatakan, pihaknya telah menyiapkan strategi khusus untuk bisa mengelola Blok Tuban tanpa Lapangan Sukowati.

Menurut dia, pada 2018 ini pihaknya akan mengembangkan struktur lapangan migas lain yang masih non-aktif.

Baca juga : Pertamina Hulu Energi Target Pendapatan Rp 26,9 Triliun pada 2018
 
"Tidak apa-apa (tanpa Sukowati). Kan ada Mudi, Sumber, lalu Lengowangi," kata Gunung di Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Dia melanjutkan, PHE sudah memberikan surat resmi kepada Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait pengembalian dan pemindahan operatorship Lapangan Sukowati yang berada di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur itu kepada Pertamina EP.

Gunung mengatakan, setelah menyerahkan pengelolaan lapangan Sukowati ke Pertamina EP, PHE akan mengintegrasikan Blok Tuban dengan Blok Randugunting di sekitar Jepara atau Rembang, Jawa Tengah.

Jika rencana tersebut bisa direalisasikan, lanjut Gunung, akan terjadi efisiensi pengelolaan. Apalagi Lapangan Randugunting sukses menemukan potensi gas yang bagus.

Baca juga : Pertamina Hulu Energi Bukukan Kinerja Positif di 2017

"Rencana integrasi tersebut dipastikan membuat pengelolaan Blok Tuban dan Randugunting akan lebih efisien," kata dia.

Lebih Pantas

Direktur Pengembangan PHE Afif Saifudin menambahkan, Pertamina EP memang lebih pas menjadi pengelola  sekaligus operator lapangan Sukowati. Pasalnya, di lapangan unitisasi tersebut porsi  Pertamina EP mencapai 80 persen.

Sementara, Joint Operating Body (JOB) Pertamina PetroChina East Java (PPEC), yang menjadi operator Blok Tuban sebelum terminasi 28  Februari 2018, memiliki porsi 20 persen di Sukowati.

"Dari 20 persen itu, porsi kami 75 persen dan PetroChina 25 persen. Setelah terminasi, kami punya 100 persen di 20 persen porsi kami tersebut,” ujarnya.

Pertamina EP lebih pantas mengelola Lapangan Sukowati karena lokasi lapangan tersebut dekat dengan ladang minyak Pertamina EP yang berada di Cepu, Kabupaten Blora.

Kompas TV Pembentukan holding dilakukan dengan pengalihan saham negara di PGN kepada Pertamina.


Komentar
Close Ads X