Kucuran Dana ke Go-jek dan Kenaikan "Airport Tax" Bandara Soekarno-Hatta jadi Berita Terpopuler - Kompas.com

Kucuran Dana ke Go-jek dan Kenaikan "Airport Tax" Bandara Soekarno-Hatta jadi Berita Terpopuler

Kompas.com - 14/02/2018, 09:03 WIB
Ilustrasi: Seorang pengemudi Go-Jek, Senin (3/10/2016). KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Ilustrasi: Seorang pengemudi Go-Jek, Senin (3/10/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan penyedia aplikasi transportasi Online, Go-jek, beberapa hari lalu mendapatkan suntikan modal dari sejumlah investor.

Berita mengenai Go-jek masih menjadi yang terpopuler sepanjang hari kemarin, Selasa (14/2/2018) di Desk Ekonomi Kompas.com.

Selain Go-jek, berita lain lain yang juga menarik pembaca yakni permintaan dari Kementerian Perhubungan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika terkait dengan pembuatan dashboard dalam rangka regulasi taksi online.

Berikut berita-berita terpopuler dari Kompas.com sepanjang hari kemarin:

1. Berapa Kucuran Dana yang Diterima Go-Jek?

Masuknya Google, Astra, hingga Grup Djarum untuk mendanai Go-Jek membuat valuasi penyedia ride sharing tersebut meroket di kisaran 4 miliar dollar AS atau setara Rp 53 triliun. Namun, sebenarnya berapa besar kucuran dana yang diterima?

Salah satu unicorn Indonesia ini tidak merinci berapa uang yang diperoleh dari sesi penggalangan dana terakhir. Beberapa investor mengungkap besaran dana yang mereka kucurkan, beberapa yang lain merahasiakan.

2. Kemenhub Tagih Kemenkominfo soal Dashboard untuk Taksi Online

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika segera menyelesaikan pembuatan dashboard berkaitan dengan regulasi taksi online.

Dasar pembuatan dashboard itu didasarkan pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek atau angkutan sewa khusus seperti taksi online.

3. Erajaya Dapat Kucuran Pinjaman Rp 1,47 Trilun dari BCA

PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mendapatkan kucuran pinjaman dari Bank Central Asia ( BCA) senilai Rp 1,47 triliun.

Sekretaris Perusahaan Eraja Amelia Allen menyatakan, fasiltas pinjaman tersebut akan digunakan untuk modal kerja perusahaan. "Ini untuk mendukung bisnis," kata Amelia seperti dilansir Kontan.co.id, Selasa (13/2/2018). Dana tersebut akan digunakan ERAA untuk penambahan gerai.

4. Unilever Ancam Stop Beriklan di Google dan Facebook, Mengapa?

Unilever kemungkinan akan berhenti beriklan pada platform digital sepert Facebook dan Google. Hal ini diungkapkan Direktur Pemasaran Global Unilever Keith Weed.

Alasannya adalah banyaknya konten-konten negatif yang ada pada platform digital tersebut. Ini diyakini bakal memberikan pengaruh pada persepsi konsumen terhadap produk-produk Unilever pula.

5. Per 1 Maret, Tarif Penumpang Internasional di Terminal 3 Soekarno-Hatta Naik

PT Angkasa Pura II ( AP II) menaikkan tarif pelayanan jasa penumpang udara (PJP2U) atau Passengger Service Charge (PSC) pada penerbangan internasional di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta mulai 1 Maret 2018.

Tarif PSC pada penerbangan internasional naik menjadi Rp 230.000 per penumpang, dari sebelumnya sebesar Rp 200.000 per penumpang.


Komentar
Close Ads X