Waskita Karya Dirundung Insiden, Bagaimana Pengaruhnya ke Saham? - Kompas.com

Waskita Karya Dirundung Insiden, Bagaimana Pengaruhnya ke Saham?

Kompas.com - 14/02/2018, 10:24 WIB
Beton penahan tanah ambrol di Jalan Perimeter Selatan, Bandara Soekarno-Hatta Tangerang Banten, Selasa (6/2/2018).kompas.com/ridwan aji pitoko Beton penahan tanah ambrol di Jalan Perimeter Selatan, Bandara Soekarno-Hatta Tangerang Banten, Selasa (6/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinding terowongan di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta roboh beberapa waktu lalu.

Itu adalah salah satu kejadian dari sejumlah rentetan insiden yang terjadi pada berbagai proyek yang dikerjakan oleh Waskita Karya.

Lalu, dengan kejadian kecelakaan kerja tersebut, apakah akan berpengaruh kepada kinerja saham perseroan?

Analis Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada menilai, dampak kecelakaan kerja terhadap kinerja saham WSKT relatif kecil. Kecuali jika kecelakaan kerja tersebut menyebabkan tertundanya pengerjaan proyek.

Oleh sebab itu, hingga saat ini sentimen investor cenderung belum berubah banyak.

"Pengaruhnya kecil. Selama tidak sampai membuat delay (tertunda) proyek-proyeknya, maka orientasi pelaku pasar belum berubah," jelas Reza kepada Kompas.com, Selasa (13/2/2018).

Selain kecelakaan yang terjadi pada proyek terowongan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta tersebut, sejumlah kecelakaan juga pernah terjadi pada proyek WSKT.

Pertama adalah kecelakaan kerja proyek light rail transit (LRT) di Palembang, Sumatera Selatan, Agustus 2017 lalu. Saat itu, dua unit crane dengan bobot 70 ton dan 80 ton yang sedang dioperasikan tiba-tiba jatuh dan mengenai sejumlah rumah warga di sana.

Kedua, ambruknya jembatan tol penyeberangan orang pada pengerjaan proyek jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi atau Bocimi di Kabupaten Bogor, September 2017.

Dugaan penyebab kecelakaan saat itu adalah karena tali sling yang belum terpasang saat hendak memasang badan jembatan sehingga jatuh menimpa para pekerja proyek.

Ketiga, girder box jatuh di proyek jalan tol Pasuruan-Probolinggo, Jawa Timur pada Oktober 2017. Kala itu, terdapat korban tewas satu orang yang sekaligus karyawan WSKT dan korban luka dua orang selaku pekerja proyek.

Keempat, kecelakaan kerja jatuhnya crane di jalan tol Jakarta-Cikampek pada November 2017 dan ambruknya girder saat akan dipasang di proyek jalan tol Pemalang-Batang di Jawa Tengah, Desember 2017. Untuk dua kecelakaan kerja ini, tidak ada korban jiwa maupun korban luka.


Komentar
Close Ads X