6 Tantangan Peningkatan Akses Keuangan dengan Teknologi Digital - Kompas.com

6 Tantangan Peningkatan Akses Keuangan dengan Teknologi Digital

Kompas.com - 14/02/2018, 17:07 WIB
Ketua Ketua Dewan Komisioner Wimboh Santoso menyampaikan laporan pertumbuhan ekonomi tahun 2017 di hadapan Presiden Joko Widodo dan undangan pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (18/1/2018). Ketua Ketua Dewan Komisioner Wimboh Santoso menyampaikan laporan pertumbuhan ekonomi tahun 2017 di hadapan Presiden Joko Widodo dan undangan pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (18/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) Wimboh Santoso menyebut, saat ini tatanan global tengah dalam tahap transformasi revolusi industri 4.0. Revolusi ini relah mentransformasi proses bisnis dengan lebih memanfaatkan teknologi informasi, otomasi, termasuk kecerdasan buatan, internet of things, dan ekonomi digital.

Teknologi digital pun dapat dimanfaatkan dalam meningkatkan akses keuangan. Namun demikian, ada 6 tantangan utama dalam hal ini.

"Pertama, inklusi keuangan melibatkan dua sisi, sisi komersial dan sisi sosial, yang harus ditempatkan di posisi seimbang agar sustainable (berkesinambungan)," ujar Wimboh di Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Kedua, pemahaman masyarakat terhadap produk layanan jasa keuangan harus ditingkatkan. Kemudian, infrastruktur pendukung seperti jaringan telekomunikasi dan telepon seluler tersedia dengan harga yang terjangkau.

Baca juga: Teknologi Digital Buat Bank Lebih Efisien

Keempat, keamanan siber harus memadai untuk melindungi data nasabah dan simpanan atau investasinya. Kelima, aspek perlindungan konsumen harus diperhatikan untuk menjaga kepercayaan, melalui penerapan tata kelola yang baik.

"Keenam, kita harus memiliki mekanisme dan infrastruktur untuk pengumpulan data pada tingkat nasional dan daerah untuk dapat melakukan tracking apakah hasil akhir dari strategi inklusi keuangan sesuai dengan yang diharapkan," ungkap Wimboh.

Wimboh menyatakan, pesatnya perkembangan digitalisasi keuangan adalah suatu keniscayaan. Pertanyaannya adalah bukan bagaimana kita menghentikannya, tetapi bagaimana kita memanfaatkannya untuk kepentingan masyarakat luas.

"Terutama dalam pemerataan ekonomi masyarakat melalui perluasan inklusi keuangan," terang Wimboh.


Komentar
Close Ads X