Banyak Sopir Taksi "Online" Kena "Suspend" Aplikasi, Menhub Coba Pahami - Kompas.com

Banyak Sopir Taksi "Online" Kena "Suspend" Aplikasi, Menhub Coba Pahami

Kompas.com - 14/02/2018, 17:50 WIB
Demo pengemudi taksi online di Taman Pandang, Jakarta Pusat, Rabu (14/2/2018).KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFAR Demo pengemudi taksi online di Taman Pandang, Jakarta Pusat, Rabu (14/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Ratusan pengemudi taksi online kembali berunjuk rasa di Taman Pandang depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (14/2/2018) siang.

Tujuan unjuk rasa tersebut adalah memprotes Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 108 (PM 108) Tahun 2017 tentang Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Tidak Dalam Trayek.

Namun, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan sudah mengetahui akar masalah dari unjuk rasa tersebut.

Menurut Budi Karya, masalah bukan pada aturan taksi online, tetapi lebih kepada adanya pembekuan atau suspend aplikasi oleh penyedia aplikasi taksi online.

Baca juga: Diguyur Hujan, Pengemudi Taksi "Online" Tetap Berdemo

"Saya berusaha memahami apa yang mereka pikirkan. Sebenarnya masalahnya apa? Jadi yang dipermasalahkan banyak (sopir) yang kena suspend (pembekuan) aplikasi," kata Budi Karya di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (14/2/2018). 

Budi Karya meminta perusahaan penyedia aplikasi taksi online untuk memperhatikan keluhan para sopir tersebut. Hal misalnya dengan memberikan informasi akurat seputar suspend yang dilakukan serta tata cara agar driver tidak terkena suspend.

"Kami minta aplikasi care dengan masalah mereka," tutur dia.

Kompas TV Sopir taksi online, Rabu (14/2) siang, akan melakukan unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta.


Komentar
Close Ads X