Menlu Singapura Temui Luhut, Apa Saja yang Dibahas? - Kompas.com

Menlu Singapura Temui Luhut, Apa Saja yang Dibahas?

Kompas.com - 14/02/2018, 20:38 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan usai memimpin rapat koordinasi dewan pengarah badan otorita pariwisata BorobudurKOMPAS.com / Wijaya Kusuma Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan usai memimpin rapat koordinasi dewan pengarah badan otorita pariwisata Borobudur

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Singapura Vivian Balakrishnan menyambangi kantor Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan di kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Rabu (14/8/2018).

Keduanya membahas sejumlah proyek kerja sama Indonesia dan Singapura.

Usai pertemuan, Luhut menjelaskan, dirinya membahas berbagai hal termasuk investasi Singapura di Indonesia, mulai dari proyek listrik, hingga investasi Singapura di Batam.

"Tadi kami bicara investasi, mereka kemungkinan di Natuna untuk budidaya ikan dan pariwisata, kan banyak di sana," ujar Menko Luhut usai pertemuan.

Baca juga: Menko Luhut Ajak Investor Asing Biayai Infrastruktur di Perkotaan

Selain itu, lanjut Luhut, kedatangan Menlu Singapura, merupakan tindaklanjut terkait pertemuan bilateral Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong beberapa waktu lalu.

"Jadi follow up proyek-proyek kami dengan mereka. Semua masih sih, masih berjalan baik," ucap dia.

Sebelumnya, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sepanjang tahun 2017 mencapai Rp 692,8 triliun. Dari angka tersebut, realisasi PMDN mencapai 430,5 triliun.

BKPM pun mencatat, Singapura masih menjadi investor asing terbesar di Indonesia.

Selama tahun 2017, investasi asal Singapura yang masuk ke Indonesia mencapai 8,4 miliar dollar AS atau 26,2 persen dari total PMA ke 5.951 proyek.

Sementara itu, Jepang menjadi investor asing terbesar kedua di Indonesia dengan investasi mencapai 5 miliar dollar AS. Investasi dari China mencapai 3,4 miliar dollar AS.



Komentar
Close Ads X