Salin Artikel

Rini Soemarno: Kalau Harga Semen Naik Lagi, Lapor ke Saya

Saat ini, harga semen di Puncak Jaya telah ditekan ke angka Rp 500.000 per sak. Padahal harga sebelumnya mencapai Rp 1 juta bahkan sempat tembus Rp 2 juta per sak.

"Kalau semennya naik lagi, lapor ke saya," ujar Rini di sela-sela kunjungan ke Kabupaten Puncak Jaya, Papua, Selasa (21/8/2017).

Penurunan harga semen di Puncak Jaya bisa dilakukan setelah adanya sinergi 4 BUMN yaitu PT Semen Tonasa sebagai penyuplai dan PT Pelindo IV mengurusi pengiriman di pelabuhan. Selain itu ada pula PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sebagai distributor dan PT POS Indonesia sebagai penyimpan atau gudang beras sebelum dijual ke masyarakat.

Melalui sinergi ini, biaya logistik jadi turun. Seperti diketahui, mahalnya harga barang-barang di kawasan Indonesia timur disebabkan oleh mahalnya biaya logistik dan panjangnya rantai pasok.

Bupati Puncak Jaya Henok Ibo sumringah menyambut baik penurunan harga semen dari harga terakhir Rp 1 juta menjadi Rp 500.000. Menurutnya hal ini akan menurunkan biaya bangunan permanen hingga 12,5 persen di Puncak Jaya. Adapun biaya bangunan semi permanen akan turun 9,8 persen.

https://ekonomi.kompas.com/read/2017/08/22/171457826/rini-soemarno--kalau-harga-semen-naik-lagi-lapor-ke-saya

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.