Salin Artikel

Kapan Fitur Isi Ulang Uang Elektronik "E-commerce" Bisa Dipakai Lagi?

Dikabarkan, beberapa e-commerce yang tengah mengajukan izin untuk fitur isi ulang uang elektronik milik mereka adalah Tokopedia, Shopee, dan Paytren. Selama proses perizinan berlangsung, maka e-commerce tersebut belum boleh menyelenggarakan layanan isi ulang uang elektronik miliknya.

Terkait hal tersebut, Direktur Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran Pungky Purnomo Wibowo menjelaskan, izin yang untuk uang elektronik didasarkan pada ketentuan uang elektronik dalam Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 16/11/DKSP tanggal 22 Juli 2014 tentang Penyelenggaran Uang Elektronik.

"Yang wajib mengajukan permohonan izin sebagai penerbit adalah lembaga selain bank yang telah mengelola atau merencanakan pengelolaan dana float sebesar Rp 1 miliar atau lebih," kata Pungky di Jakarta, Jumat (22/9/2017) malam.

Dana float maksudnya adalah uang yang disimpan pada sisi kewajiban segera bank. Sebagai informasi, dana yang mengendap di uang elektronik disimpan dalam sisi kewajiban segera pada neraca bank.

Apabila sejumlah e-commerce atau lembaga selain bank yang sudah menyelenggarakan kegiatan uang elektronik dan memiliki dana float sebesar Rp 1 miliar atau lebih, maka lembaga itu harus mengajukan izin kepada BI sebagai otoritas sistem pembayaran.

"Dalam izin uang elektronik untuk perlindungan konsumen, maka harus dilihat keamanan TI (teknologi informasi), audit independen untuk TI dan finansial," ujar Pungky.

Pungky menjelaskan, sejumlah e-commerce tersebut sudah memiliki dana float di atas Rp 1 miliar. Oleh sebab itu, guna menghindari kesalahan prosedur atau pengelolaan, BI memutuskan untuk membekukan sementara fitur isi ulang uang elektronik tersebut.

"Kita minta kegiatan yang sudah dilakukan dan belum ada izin di-hold, tidak boleh dulu. Sampai kapan? Sampai dengan proses assessment selesai," jelas Pungky. Ia menuturkan, proses tersebut berjalan selama 35 hari.

Adapun penghitungan 35 hari tersebut dilakukan begitu semua persyaratan telah dilengkapi. Pungky menjelaskan, bank sentral melakukan asessment tersebut dengan sangat hati-hati. Tujuannya adalah guna terus mengedepankan aspek perlindungan konsumen.

Seperti diberitakan sebelumnya, uang elektronik keluaran Tokopedia, TokoCash, untuk sementara tak bisa diisi ulang karena sedang menunggu pengurusan izin. Di dalam website Tokopedia, disebutkan bahwa pihak Tokopedia melihat respons dan antusiasme pengguna TokoCash yang sangat tinggi.

"Tokopedia ingin agar TokoCash dapat dinikmati seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di luar platform Tokopedia. Untuk mencapai tujuan tersebut, Tokopedia sedang mengajukan perizinan uang elektronik kepada Bank Indonesia. Sehubungan dengan proses perizinan tersebut, untuk sementara TokoCash tidak dapat di-top up, terhitung hari Rabu, tanggal 13 September 2017, pukul 23:59. Namun, seluruh fitur TokoCash (transaksi, cashback, refund, dan redeem Gift Card) akan tetap berfungsi seperti biasa," begitu bunyi pengumuman Tokopedia.

https://ekonomi.kompas.com/read/2017/09/24/125818526/kapan-fitur-isi-ulang-uang-elektronik-e-commerce-bisa-dipakai-lagi

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mentan: Indonesia Siap Hadapi Ancaman Krisis Pangan Dunia

Mentan: Indonesia Siap Hadapi Ancaman Krisis Pangan Dunia

Whats New
Nilai Tukar Rupiah di Pasar Spot Menguat Tipis, di Jisdor Malah Terkoreksi

Nilai Tukar Rupiah di Pasar Spot Menguat Tipis, di Jisdor Malah Terkoreksi

Whats New
Ramai Acara Konser di Jakarta, Konsumsi Listrik PLN Naik 12,03 Persen

Ramai Acara Konser di Jakarta, Konsumsi Listrik PLN Naik 12,03 Persen

Whats New
3 Perusahaan Kerja Sama Asuransi Mobil Pengguna Jasa Sopir 'On-demand' Oper

3 Perusahaan Kerja Sama Asuransi Mobil Pengguna Jasa Sopir "On-demand" Oper

Whats New
Bahlil Akui Gugup Jelaskan ke Mahasiswa Soal Kegelapan Ekonomi Global Ancam Ekonomi RI

Bahlil Akui Gugup Jelaskan ke Mahasiswa Soal Kegelapan Ekonomi Global Ancam Ekonomi RI

Whats New
Ditopang Sektor Teknologi, IHSG Ditutup Menguat Tipis

Ditopang Sektor Teknologi, IHSG Ditutup Menguat Tipis

Whats New
Jamin Stok Beras Aman, Mentan SYL: Kalau Harga Jangan Tanya Kementan...

Jamin Stok Beras Aman, Mentan SYL: Kalau Harga Jangan Tanya Kementan...

Whats New
Bos LPS Beberkan 4 Tantangan Sektor Keuangan yang Harus Diwaspadai RI

Bos LPS Beberkan 4 Tantangan Sektor Keuangan yang Harus Diwaspadai RI

Whats New
Listrik Tiba-tiba Padam Saat Banjir, Ini Penjelasan PLN

Listrik Tiba-tiba Padam Saat Banjir, Ini Penjelasan PLN

Whats New
Setelah Hong Kong, 2 Produk Mie Sedaap Ditarik di Singapura

Setelah Hong Kong, 2 Produk Mie Sedaap Ditarik di Singapura

Whats New
10 Instansi dengan Tenaga Non-ASN Terbanyak per 5 Oktober 2022

10 Instansi dengan Tenaga Non-ASN Terbanyak per 5 Oktober 2022

Whats New
Apakah Karyawan Resign Berhak Dapat Pesangon? Ini Aturannya

Apakah Karyawan Resign Berhak Dapat Pesangon? Ini Aturannya

Work Smart
Pengurus Jadi Tersangka, 2 Koperasi Ini Harus Tetap Patuhi Putusan PKPU

Pengurus Jadi Tersangka, 2 Koperasi Ini Harus Tetap Patuhi Putusan PKPU

Whats New
Omzet Penjualan Capai 200 Persen, Intip Perjalanan Perajin Bali Tembus 7 Negara bersama Shopee

Omzet Penjualan Capai 200 Persen, Intip Perjalanan Perajin Bali Tembus 7 Negara bersama Shopee

Smartpreneur
PPPK Guru 2022 Daftar Lewat SSCASN, Ini Cara dan Dokumennya

PPPK Guru 2022 Daftar Lewat SSCASN, Ini Cara dan Dokumennya

Whats New
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.