Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Sri Mulyani: Realisasi Investasi Masih Perlu Ditingkatkan

Dengan investasi yang lebih besar, maka pertumbuhan ekonomi nasional bisa mencapai 6 hingga 7 persen.

"Kalau bicara investasi, bukan sekadar minat ingin berinvestasi. Tapi bagaimana minat berinvestasi itu menjadi realisasi dan ini sesuatu yang sangat sering menjadi persoalan," ujar Sri Mulyani saat menjadi pembicara di Kantor Pertamina Pusat, Jakarta.

Menurutnya, minat investasi yang tinggi dari para investor perlu didukung oleh berbagai hal, mulai dari konektivitas infrastruktur, hingga kemudahan proses perizinan.

"Kalau kita datang ke BKPM, minat investasi tinggi, tapi how much investasi yang terealisasi, itu sedikit. Mereka mau tapi belum ada infrastruktur, perizinan juga belum," paparnya.

Kendati demikian, dalam beberapa tahun terakhir tingkat pertumbuhan ekonomi maupun investasi tergolong cukup bagus.

"Di dalam negeri, konsumsi dan investasi itu relatif cukup kuat. Untuk 2017, pertumbuhan ekonomi 5 persen, didukung investasi dan konsumsi yang cukup stabil. Di kuartal II kemarin kinerja dari investasi 5,4 persen. Jadi artinya dibanding 2016 growth invesment 4,2 persen menjadi 5,4 persen," ungkap Ani sapaan akrab Sri Mulyani.

Sri menegaskan, jika ingin mencapai pertumbuhan ekonomi 6 persen sampai 7 persen, pertumbuhan investasi harus terus ditingkatkan baik itu Penanaman Modal Asing (PMA) maupun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

"Di Indonesia PMA dan PMDN relatif cukup baik, keduanya tumbuh 12,7 persen, itu cukup tinggi. Namun dibandingkan keinginan kita mau tumbuh 6 persen-7 persen, 12,7 persen mestinya bisa lebih tinggi lagi," tegasnya.

Menurutnya, Indonesia memiliki modal yang cukup jika ingin meningkatkan jumlah investasi. "Indonesia menjadi negara yang sangat atraktif dari sisi invesment karena ada pasar dan daya belinya. Ini didukung dengan kebijakan ekonomi makro yang stabil dan baik," pungkasnya.

https://ekonomi.kompas.com/read/2017/09/30/114617226/sri-mulyani-realisasi-investasi-masih-perlu-ditingkatkan

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rp 4,96 Triliun Modal Asing Masuk RI Selama Sepekan

Rp 4,96 Triliun Modal Asing Masuk RI Selama Sepekan

Whats New
Indonesia Sudah Punya 111 Kawasan Industri, Totalnya 108 Ribu Hektare

Indonesia Sudah Punya 111 Kawasan Industri, Totalnya 108 Ribu Hektare

Whats New
Bos Food Station Optimis Harga Beras Medium Bisa Ditekan di Bawah Rp 9.000 per Kg

Bos Food Station Optimis Harga Beras Medium Bisa Ditekan di Bawah Rp 9.000 per Kg

Whats New
Penjelasan PT Timah soal Kecelakaan Tambang yang Menewaskan 2 Pekerja

Penjelasan PT Timah soal Kecelakaan Tambang yang Menewaskan 2 Pekerja

Whats New
BUMN Virama Karya Buka 6 Lowongan Kerja, Pendaftarannya Ditutup 10 Februari 2023

BUMN Virama Karya Buka 6 Lowongan Kerja, Pendaftarannya Ditutup 10 Februari 2023

Work Smart
Leadership Development Program, Upaya Elnusa Persiapkan Pemimpin Masa Depan

Leadership Development Program, Upaya Elnusa Persiapkan Pemimpin Masa Depan

Whats New
RI Jadi Tuan Rumah WWF Ke-10, Luhut: Ini Langkah Baik

RI Jadi Tuan Rumah WWF Ke-10, Luhut: Ini Langkah Baik

Whats New
Kegiatan Sail Teluk Cenderawasih Diharap Dapat Menarik Investor untuk Pembangunan Daerah

Kegiatan Sail Teluk Cenderawasih Diharap Dapat Menarik Investor untuk Pembangunan Daerah

Whats New
PT Pegadaian Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi yang Dibutuhkan

PT Pegadaian Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi yang Dibutuhkan

Work Smart
Pegadaian Buka Lowongan Kerja hingga 11 Februari 2023, Simak Kualifikasinya

Pegadaian Buka Lowongan Kerja hingga 11 Februari 2023, Simak Kualifikasinya

Work Smart
Usai Dipanggil Jokowi, Bos Bulog Gelontorkan 10.000 Ton Beras Impor

Usai Dipanggil Jokowi, Bos Bulog Gelontorkan 10.000 Ton Beras Impor

Whats New
Ekonom UI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,19 Persen di 2022

Ekonom UI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,19 Persen di 2022

Whats New
Kementerian PUPR Bantah Wisma Atlet Kemayoran Mangkrak

Kementerian PUPR Bantah Wisma Atlet Kemayoran Mangkrak

Whats New
Apakah BI Bakal Ikut The Fed Naikkan Suku Bunga Acuan Lagi?

Apakah BI Bakal Ikut The Fed Naikkan Suku Bunga Acuan Lagi?

Whats New
Bulog Usul Tunjangan ASN Berupa Uang Diganti Beras Premium

Bulog Usul Tunjangan ASN Berupa Uang Diganti Beras Premium

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+