BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Kominfo
Salin Artikel

Kilang Minyak Tuban, Masa Depan Petani Kehilangan Lahan

"Kita berharap Pertamina, sebagai pembangun kilang, mempekerjakan penduduk lokal," kata Paryono, kini berusia 46 tahun.

Paryono bukan satu-satunya penduduk Jenu yang berharap demikian. Ratusan, bahkan ribuan, angkatan kerja baru yang rata-rata berusia jauh di bawahnya juga punya harapan sama.

Senada Paryono, Bupati Tuban Fathul Huda mengatakan pembangunan kilang minyak memang membutuhkan banyak tenaga kerja. Dia berharap masyarakat lokal mendapat prioritas untuk mengisi kekosongan itu.

"Masyarakat akan merasakan efek ganda," kata Huda.

Pertamina, bersama Rosnett – perusahaan asal Rusia – menggunakan lahan milik Perhutani untuk pengembangan proyek kilang minyak di wilayah Wadug dan Mentoso. Lokasinya sangat strategis, karena terletak di pantai utara Pulau Jawa.

Tidak hanya ketersediaan lapangan kerja, masyarakat sekitar proyek juga akan memperoleh fasilitas pendidikan yang layak. Pertamina berencana memberi beasiswa kepada warga lokal, sebagai tanggung jawab sosial.

Tak hanya itu. Angkatan kerja di desa-desa di Tuban juga akan mendapatkan pelatihan di bidang perminyakan.

"Diharapkan akan ada tenaga terampil dari Tuban," kata Huda.

"Kehadiran kilang juga diharapkan memberi manfaat ekonomi. Warga bisa berjualan dan menyediakan kamar kos bagi pekerja dari luar," tambahnya.

Kilang minyak Tuban diperkirakan menyedot 600 sampai 700 insinyur perminyakan sebagai tenaga operasional. Kilang ini diharapkan mengelola ribuan barrel minyak setiap hari.

Rachmad Hardadi, Direktur Proyek Kilang Minyak Tuban, mengatakan setiap tahun kilang minyak menyedot 250 insinyur perminyakan. Kilang ini diharapkan selesai pada 2021 atau dua tahun lebih dulu dibandingkan Kilang Minyak Bontang.

"Sebanyak 40 persen tenaga kerja adalah sarjana teknik, 60 persen berijasah D3, dan SMA/SMK untuk operator teknisi," kata Rachmad.

Pembangunan fisik selama tiga tahun akan melibatkan 45 ribu tenaga kerja kontrak. Jumlah tenaga kerja sebanyak itu adalah pasar bagi masyarakat setempat.

Rachmad yakin akan ada multiplier effect sampai enam kali lipat. Tingkat kandungan dalam negeri (TKDN), masih menurut Rachmad, akan sangat diperhatikan pemerintah karena proyek ini sangat strategis.

Dia optimistis perekonomian Indonesia akan bergairah setelah pembangunan kilang selesai.

Ingin tahu lebih banyak soal investasi, e-commerce dan infrastruktur di Indonesia? Silakan klik inspirasi.indonesiabaik.id dan infrastruktur/kilang-minyak-tuban.

https://ekonomi.kompas.com/read/2017/11/22/085900926/kilang-minyak-tuban-masa-depan-petani-kehilangan-lahan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Serap Ide Masyarakat, IWIP Berikan Alat Tangkap Perikanan kepada 20 Nelayan di Halmahera Timur

Serap Ide Masyarakat, IWIP Berikan Alat Tangkap Perikanan kepada 20 Nelayan di Halmahera Timur

Rilis
IHSG Diprediksi Menguat Jelang Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Sahamnya

IHSG Diprediksi Menguat Jelang Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Sahamnya

Whats New
Bitcoin dkk Menguat, Cek Harga Kripto Hari Ini

Bitcoin dkk Menguat, Cek Harga Kripto Hari Ini

Whats New
Usai Jokowi Resmi Cabut Larangan Ekspor CPO, Organisasi Petani Kelapa Sawit Minta Pembenahan Regulasi di BPDPKS

Usai Jokowi Resmi Cabut Larangan Ekspor CPO, Organisasi Petani Kelapa Sawit Minta Pembenahan Regulasi di BPDPKS

Whats New
Wall Street Berakhir Merah, Investor Masih Lakukan Aksi Jual, Saham–saham Retail Masih Tertekan

Wall Street Berakhir Merah, Investor Masih Lakukan Aksi Jual, Saham–saham Retail Masih Tertekan

Whats New
SPKS Sambut Baik Keputusan Jokowi Cabut Larangan Ekspor Minyak Goreng

SPKS Sambut Baik Keputusan Jokowi Cabut Larangan Ekspor Minyak Goreng

Whats New
Syarat dan Biaya Cabut Berkas Motor Tanpa Calo

Syarat dan Biaya Cabut Berkas Motor Tanpa Calo

Spend Smart
Keran Ekspor CPO dan Minyak Goreng Dibuka Lagi, GAPKI: Terima Kasih Bapak Presiden

Keran Ekspor CPO dan Minyak Goreng Dibuka Lagi, GAPKI: Terima Kasih Bapak Presiden

Whats New
E-Toll Bakal Diganti MLFF Buat Bayar Tol, Bagaimana Nasib Uang Elektronik Perbankan?

E-Toll Bakal Diganti MLFF Buat Bayar Tol, Bagaimana Nasib Uang Elektronik Perbankan?

Whats New
[ POPULER MONEY ] Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA Bakal Naik | Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

[ POPULER MONEY ] Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA Bakal Naik | Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Whats New
Subsidi BBM dan Listrik Bengkak, Sri Mulyani Minta Anggaran Ditambah

Subsidi BBM dan Listrik Bengkak, Sri Mulyani Minta Anggaran Ditambah

Whats New
Dapat Restu Jokowi, Sri Mulyani Siap Naikkan Tarif Listrik Orang Kaya

Dapat Restu Jokowi, Sri Mulyani Siap Naikkan Tarif Listrik Orang Kaya

Whats New
STA Resources Target Ekspansi Perkebunan Sawit hingga 50.000 Hektar 2025

STA Resources Target Ekspansi Perkebunan Sawit hingga 50.000 Hektar 2025

Rilis
Jokowi Cabut Ekspor Minyak Goreng, Ikappi Ungkap Kekecewaan

Jokowi Cabut Ekspor Minyak Goreng, Ikappi Ungkap Kekecewaan

Whats New
Sri Mulyani Ungkap Pendapatan Negara Berpotensi Naik Rp 420 Triliun

Sri Mulyani Ungkap Pendapatan Negara Berpotensi Naik Rp 420 Triliun

Whats New
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.