Salin Artikel

Pemerintah Targetkan Cukai Vape Rp 70 Miliar

Meski begitu, menurut Pelaksana Tugas Direktur Teknis dan Fasilitas Cukai DJBC Nugroho Wahyu, tujuan pengenaan tarif cukai bukan semata hanya mengincar penerimaan negara.

"Tapi memang akan berdampak ke penerimaan. Rp 50 miliar-Rp 70 miliar insya Allah masuk kas negara sampai akhir tahun," ujar Nugroho di kantor Ditjen Bea dan Cukai, Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Ditjen Bea dan Cuka menyerahkan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) kepada beberapa pengusaha vape. Dengan demikian, produsen vape memiliki legal standing dalam menjalankan bisnisnya. Bea Cukai baru mengeluarkan NPPBKC untuk tiga pengusaha. Sementara saat ini tercatat ada sekitar 200 pengusaha liquid vape.

"Perkiraan kita sampai akhir tahun ada 150 produsen yang akan terdaftar," kata Nugroho.

Tarif cukai mulai berlaku pada 1 Oktober 2018. Di samping mengembangkan bisnis di dalam negeri, Ditjen Bea dan Cukai mendorong ekspor liquid vape.

Sejak sebelum terbit izin cukai, produsen sudah kebanjiran permintaan dari Amerika, Eropa, hingga Timur Tengah. Permintaan liquid vape dari negara-negara tersebut rata-rata satu hingga dua juta botol perbulan.

Namun, selama ini ekspor tidak bisa dilakukan dari karena belum ada kepastian hukum. Sehingga beberapa produsen di Indonesia harus memproduksi liquid vape di luar negeri untuk bisa memasok ke negara-negara lain.

https://ekonomi.kompas.com/read/2018/07/18/180700426/pemerintah-targetkan-cukai-vape-rp-70-miliar

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.