Salin Artikel

Waspada Penipuan Lelang, Ini Imbauan Ditjen Kekayaan Negara

Informasi foto-foto lelang "bodong" ini diunggah akun resmi Instagram Ditjen KN, @ditjenkn.

"Kalau menurut kami, dua hingga tiga tahun terakhir mulai marak terjadi," kata Acep saat dihubungi Kompas.com, Kamis (2/8/2018).

Ia menjelaskan, modus penipuan adalah lelang barang yang seolah-olah dari Bea Cukai atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pelaku penipuan berpura-pura menjadi pegawai KPKNL, kemudian menawarkan barang-barang yang dilelang.

"Mereka bermain di sisi psikologis seseorang yang tidak tahu. Mereka pura-pura jadi pegawai KPKNL, terus menawarkan kepada orang-orang," kata Acep.

Tak hanya satu kasus

Acep mengatakan, dari rekapan KPKNL, sudah terjadi 20 kasus penipuan yang mengatasnamakan lelang ini.

"Ada 20 kasus yang kami rekap, tapi belum semua, karena mungkin banyak yang belum melapor. Tidak menutup kemungkinan lebih dari 20 kejadiannya," kata dia.

KPKNL menerima pengaduan kasus seperti ini dari laporan masyarakat, baik yang datang langsung ke kantor, atau melalui media sosial.

"Jadi kami menemukan ada laporan dari masyarakat. Ada yang datang langsung ke kantor kami, begitu minta mobilnya atau motornya (ke kantor), kami tidak ada lelang, baru terkuak (adanya penipuan) di situ," ujar Acep.

Tanda lelang resmi.

Acep menjelaskan, setiap lelang selalu diumumkan melalui situsweb resmi, www.djkn.kemenkeu.go.id.

Tidak ada permintaan uang muka dan uang jaminan dalam lelang resmi.

Misalnya, menyetor uang jaminan penawaran lelang merupakan syarat untuk mengikuti lelang, bukan untuk memenangkan lelang.

Pemenang lelang berdasarkan pada penawaran paling tinggi.

Uang jaminan itu disetorkan kepada bendahara KPKNL, bukan atas nama perorangan.

"Jika atas nama pribadi, maka itu penipuan," ujar Acep.

Lelang resmi juga terbuka untuk umum, transparan, dan tak ada proses yang dilakukan melalui telepon.

Tindak lanjut KPKNL

Pihak KPKNL menindaklanjuti penipuan ini dengan melaporkan kepada pihak kepolisian. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada informasi mengenai kelanjutan penanganan kasus ini.

"Kami akan coba ke Kementerian Kominfo (untuk memblokir situs-situs)," ujar Acep.

KPKNL juga akan meminta bantuan kepada pihak perbankan dengan cara menitipkan stiker yang intinya mengingatkan agar berhati-hati dengan penipuan yang mengatasnamakan lelang.

Mengidentifikasi penipuan lelang

Acep mengingatkan, jika masyarakat mendapati ada yang menelepon mengatasnamakan lelang dan meminta DP, maka dapat dipastikan bahwa itu palsu.

Untuk mengonfirmasinya, bisa menghubungi nomor 1500991.

Berikut adalah cara mengikuti lelang resmi:

Mendaftarkan akun ini dilakukan dengan membuka web www.lelangdjkn.kemenkeu.go.id.

Pendaftaran akun e-Auction menggunakan e-mail dan nama lengkap.

2. Melengkapi persyaratan

Setalah akun diaktivasi, langkah selanjutnya adalah sign in dan melengkapi persyaratan menjadi peserta lelang, yang meliputi KTP, NPWP, dan rekening bank.

3. Memilih objek lelang

Memilih objek lelang yang ingin dibeli dan menentukan mengikuti lelang sebagai perorangan dan wakil dari badan hukum.

4. Menyetor uang jaminan

Menyetorkan uang jaminan lelang yang disyaratkan dalam pengumuman lelang secara sekaligus sebelum batas waktu penerimaan.

5. Mengajukan penawaran

Melakukan pengajuan harga penawaran sebelum waktu yang ditetapkan habis.

6. Menetapkan pembeli lelang

Peserta lelang dengan harga penawaran tertinggi akan ditetapkan sebagai pembeli oleh pejabat lelang.


https://ekonomi.kompas.com/read/2018/08/02/192415426/waspada-penipuan-lelang-ini-imbauan-ditjen-kekayaan-negara

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Afrizal, Jualan Bumbu di Pasar Sukses Raup Omzet Ratusan Juta, Ini Resepnya

Cerita Afrizal, Jualan Bumbu di Pasar Sukses Raup Omzet Ratusan Juta, Ini Resepnya

Whats New
Pameran IFEX 2022 Resmi Digelar, Diharap Jadi Acuan Industri Furnitur Global

Pameran IFEX 2022 Resmi Digelar, Diharap Jadi Acuan Industri Furnitur Global

Whats New
[POPULER MONEY] BI Luncurkan 7 Pecahan Uang Rupiah Baru | Reaksi Jokowi Atas Mahalnya Harga Tiket Pesawat

[POPULER MONEY] BI Luncurkan 7 Pecahan Uang Rupiah Baru | Reaksi Jokowi Atas Mahalnya Harga Tiket Pesawat

Whats New
KLHK Dorong Produsen AMDK Perbanyak Kemasan Besar agar Daur Ulang Mudah

KLHK Dorong Produsen AMDK Perbanyak Kemasan Besar agar Daur Ulang Mudah

Whats New
Cara Menonaktifkan BPJS Kesehatan secara Online dan Offline

Cara Menonaktifkan BPJS Kesehatan secara Online dan Offline

Whats New
Kode Transfer BCA, BRI, BNI, BTN, Mandiri, dan Bank Lainnya

Kode Transfer BCA, BRI, BNI, BTN, Mandiri, dan Bank Lainnya

Spend Smart
Keluarga Muda Perlu Punya Perencanaan Keuangan yang Baik

Keluarga Muda Perlu Punya Perencanaan Keuangan yang Baik

Spend Smart
BI Sebut Uang Elektronik Turunkan Penggunaan Uang Logam dan Peredaran Uang Palsu

BI Sebut Uang Elektronik Turunkan Penggunaan Uang Logam dan Peredaran Uang Palsu

Whats New
Ini Alasan BI Masih Pertahankan Uang Logam

Ini Alasan BI Masih Pertahankan Uang Logam

Whats New
Apa yang Dimaksud dengan Gadai Syariah?

Apa yang Dimaksud dengan Gadai Syariah?

Earn Smart
Menaker Dorong Pelaku UMKM Perempuan Beralih ke Ekosistem Digital

Menaker Dorong Pelaku UMKM Perempuan Beralih ke Ekosistem Digital

Whats New
7 Contoh Surat Lamaran Kerja di PT yang Baik Agar Dilirik HRD

7 Contoh Surat Lamaran Kerja di PT yang Baik Agar Dilirik HRD

Work Smart
Harga Tiket Pesawat Melambung, Menhub Minta Pemda Ikut Saweran Subsidi

Harga Tiket Pesawat Melambung, Menhub Minta Pemda Ikut Saweran Subsidi

Whats New
Uang Rupiah 2016 Diperkirakan Bakal 'Hilang' dalam 4 Tahun ke Depan

Uang Rupiah 2016 Diperkirakan Bakal "Hilang" dalam 4 Tahun ke Depan

Whats New
Kementerian Investasi: Berwirausaha Bisa Sejahtera Permanen, Jangan Minder

Kementerian Investasi: Berwirausaha Bisa Sejahtera Permanen, Jangan Minder

Whats New
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.