Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Sri Mulyani: Pemerintah Sediakan Anggaran untuk Korban Gempa Lombok

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, saat ini berbagai pihak terkait sedang mendata total kerugian dan kerusakan sebagai dampak dari gempa bermagnitudo 7,0 di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang terjadi pada Minggu (5/8/2018).

Setelah data didapat, anggaran untuk membantu para korban akan segera dicairkan sehingga bisa mendukung kerja para petugas dalam melakukan perbaikan di lapangan.

"BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) akan kami dukung sepenuhnya. Anggaran untuk mereka akan kami sediakan agar bisa beroperasi secara cepat," kata Sri Mulyani saat ditemui di gedung Kementerian Pertahanan, Senin (6/8/2018).

Sri Mulyani mengaku belum tahu persis berapa anggaran yang akan disalurkan untuk membantu para korban gempa di Lombok dan daerah lain yang terdampak.

Meski begitu, dia memastikan anggaran yang dimaksud akan sesegera mungkin disalurkan dan semua hal yang menyangkut bantuan korban gempa Lombok akan diprioritaskan.

Langkah yang ditempuh, menurut Sri Mulyani, kurang lebih sama dengan seperti penanganan korban bencana terdahulu, seperti di Yogyakarta maupun Padang.

Pada tahap awal, akan ada tahap inventarisasi kerugian, termasuk bangunan yang rusak akibat gempa.

"Kalau bangunan milik pemerintah, akan kami data. Kalau milik masyarakat, biasanya dikategorikan menjadi tiga kelompok, rusak ringan, rusak sedang, atau rusak berat dan kami akan lihat bagaimana kompensasinya sesuai dengan nilai yang sekarang," tutur Sri Mulyani.

https://ekonomi.kompas.com/read/2018/08/06/190852326/sri-mulyani-pemerintah-sediakan-anggaran-untuk-korban-gempa-lombok

Terkini Lainnya

Laba Bersih Emiten Toto Sugiri Melonjak 40 Persen pada 2023, Jadi Rp 514,2 Miliar

Laba Bersih Emiten Toto Sugiri Melonjak 40 Persen pada 2023, Jadi Rp 514,2 Miliar

Whats New
Ekonom: Pemilu Berdampak pada Stabilitas Ekonomi dan Sektor Keuangan di RI

Ekonom: Pemilu Berdampak pada Stabilitas Ekonomi dan Sektor Keuangan di RI

Whats New
Pertumbuhan Kredit dan Pendanaan Perbankan 2024 Diproyeksi Masih Baik di Tengah Ketidakpastian Global

Pertumbuhan Kredit dan Pendanaan Perbankan 2024 Diproyeksi Masih Baik di Tengah Ketidakpastian Global

Whats New
Konsultasi ESG Makin Dibutuhkan, Sucofindo Tingkatkan Layanan LVV

Konsultasi ESG Makin Dibutuhkan, Sucofindo Tingkatkan Layanan LVV

Whats New
Imbas Konflik Iran-Israel, Harga Pangan Bisa Meroket

Imbas Konflik Iran-Israel, Harga Pangan Bisa Meroket

Whats New
Gandeng BRI, BPKH Distribusikan Uang Saku Jemaah Haji Rp 665 Miliar

Gandeng BRI, BPKH Distribusikan Uang Saku Jemaah Haji Rp 665 Miliar

Whats New
Diskon Tiket Kereta Keberangkatan 22-30 April, Ini Cara Belinya

Diskon Tiket Kereta Keberangkatan 22-30 April, Ini Cara Belinya

Whats New
Pasar Modal 2024, 'Outlook' Cerah dengan Sektor Perbankan yang Dominan

Pasar Modal 2024, "Outlook" Cerah dengan Sektor Perbankan yang Dominan

Whats New
ID Food: Peran Perempuan dalam Ekosistem Pertanian dan Pangan Penting, Akses Modal dan Pasar Jadi Tantangan

ID Food: Peran Perempuan dalam Ekosistem Pertanian dan Pangan Penting, Akses Modal dan Pasar Jadi Tantangan

Whats New
BUMN PalmCo Garap Kebun Sawit Terluas di Dunia, Ini Luasnya

BUMN PalmCo Garap Kebun Sawit Terluas di Dunia, Ini Luasnya

Whats New
Iran-Israel Memanas, BPS: Keduanya Bukan Negara Mitra Dagang Utama Indonesia..

Iran-Israel Memanas, BPS: Keduanya Bukan Negara Mitra Dagang Utama Indonesia..

Whats New
AirNav Bantah Ada Pesawat Jatuh di Perairan Bengga Nagekeo NTT

AirNav Bantah Ada Pesawat Jatuh di Perairan Bengga Nagekeo NTT

Whats New
Nilai Ekspor RI Melesat 16,4 Persen jadi 22,43 Miliar Dollar AS

Nilai Ekspor RI Melesat 16,4 Persen jadi 22,43 Miliar Dollar AS

Whats New
KKP Siapkan Sistem untuk Pantau Kuota Penangkapan Benih Bening Lobster

KKP Siapkan Sistem untuk Pantau Kuota Penangkapan Benih Bening Lobster

Whats New
Reksadana Pasar Uang adalah Apa? Ini Pengertiannya

Reksadana Pasar Uang adalah Apa? Ini Pengertiannya

Work Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke