Salin Artikel

Sri Mulyani: Neraca Perdagangan Surplus, Ekspor Belum Sesuai Harapan

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan neraca perdagangan surplus sebesar 0,23 miliar dollar AS.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, meski sudah mengalami surplus, namun hal tersebut lebih disebabkan impor yang semakin menurun. Sedangan ekspor masih belum sesuai dengan harapan.

"Impornya mulai menurun dari ekspor, meskipun masih melemah. Belum meningkat setingkat yang kita harapkan. Kita harapkan akan terus meningkat," ujar Sri Mulyani ketika ditemui awak media di kawasan DPR RI, Senin (15/10/2018).

Menurutnya, surplusnya neraca perdagangan sudah menunjukkan tren yang positif dan diharapkan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) dapat terjaga hingga akhir tahun.

Sementara Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, surplusnya neraca perdagangan merupakan tanda-tanda awal yang mengarah pada perkembangan membaik.

"Meskipun dalam jangka pendek di kuartal III CAD belum bisa menurun drastis mungkin ada kecenderungan lebih tinggi dari kuartal kedua. Tetapi di tahun 2019 mengonfirmasi perkiraan kami CAD di 2019 sekitar 2,5 persen. Kalau tahun ini kan tetap di bawah 3 persen, tetapi mengarah ke 3 persen," ujar dia.

Mengenai pertumbuhan ekspor yang cenderung melambat, Perry menjelaskan, permintaan batu bara dan komoditas lain selain crude palm oil (CPO) masih cenderung rendah. Ditambah lagi sebagain besar permintaan dari komoditas tersebut berasal dari China.

"Dengan pertumbuhan ekonomi Tiingkok melambat ya wajar permintaan ke komoditas agak melambat tapi kita juga sudah bersyukur bahwa ekspor kita naik cuma memang untuk menggenjot lebih tinggi lagi kalau hanya bertumpu pada komoditas agak susah," jelas Perry dalam kesempatan yang sama.

Sebagai informasi, BPS mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar 0,23 miliar dollar AS.

Surplus di sektor nonmigas disebabkan turunnya angka ekspor sebesar 6,58 persen dibandingkan Agustus 2018. Nilainya turun 13,62 miliar dollar AS.

Sementara angka impor nonmigas turun lebih besar, yakni 10,52 persen dibandingkan Agustus 2018. Nilainya turun 12,32 miliar dollar AS.

Sedangkan ekspor migas defisit 6,58 persen senilai 14,83 miliar dollar AS dibandingkan Agustus 2018. Sementara impor migas turun 13,18 persen dibanding bulan lalu.

https://ekonomi.kompas.com/read/2018/10/16/053000126/sri-mulyani--neraca-perdagangan-surplus-ekspor-belum-sesuai-harapan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tesla Beli Nikel ke Perusahaan China di Morowali, Apa Untungnya Buat RI?

Tesla Beli Nikel ke Perusahaan China di Morowali, Apa Untungnya Buat RI?

Whats New
Tingkat Imbalan Sukuk Negara yang Akan Dilelang Besok

Tingkat Imbalan Sukuk Negara yang Akan Dilelang Besok

Spend Smart
Moncer di FIME 2022, Produk Medis Indonesia Raih Potensi Transaksi 5,7 Juta Dollar AS

Moncer di FIME 2022, Produk Medis Indonesia Raih Potensi Transaksi 5,7 Juta Dollar AS

Rilis
Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp 14.876 Per Dollar AS

Nilai Tukar Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp 14.876 Per Dollar AS

Whats New
Diminta Sediakan Tiket Pesawat dengan Harga Terjangkau, Ini Kata Citilink

Diminta Sediakan Tiket Pesawat dengan Harga Terjangkau, Ini Kata Citilink

Whats New
Kembangkan Bisnis UMKM, Peran Swasta dan BUMN Sangat Dinanti

Kembangkan Bisnis UMKM, Peran Swasta dan BUMN Sangat Dinanti

Whats New
Apa Sumber Kekuatan IKM Bertahan di Masa Pandemi dan Ancaman Resesi Global?

Apa Sumber Kekuatan IKM Bertahan di Masa Pandemi dan Ancaman Resesi Global?

Whats New
Tekan Gap Kebutuhan Gula Konsumsi, Kemenperin: Produksi Terus Digenjot

Tekan Gap Kebutuhan Gula Konsumsi, Kemenperin: Produksi Terus Digenjot

Rilis
Semester I-2022, Laba Bersih UOB Group Naik Tipis

Semester I-2022, Laba Bersih UOB Group Naik Tipis

Rilis
Bangkit Jelang Penutupan, IHSG Ditutup Menguat Tipis

Bangkit Jelang Penutupan, IHSG Ditutup Menguat Tipis

Whats New
Tingkatkan Produksi Blok Rokan, PHR Punya Pusat Digitalisasi DICE

Tingkatkan Produksi Blok Rokan, PHR Punya Pusat Digitalisasi DICE

Whats New
Jaga Ketahanan Energi Nasional, Pertamina Maksimalkan Kinerja Operasi

Jaga Ketahanan Energi Nasional, Pertamina Maksimalkan Kinerja Operasi

Whats New
Ini Alasan SRO Ajak Investor Tingkatkan Transaksi di Pasar Modal pada 9 Agustus 2022

Ini Alasan SRO Ajak Investor Tingkatkan Transaksi di Pasar Modal pada 9 Agustus 2022

Whats New
Hubungan China dan Taiwan Memanas, RI Dinilai Bisa Lakukan Penetrasi Ekspor

Hubungan China dan Taiwan Memanas, RI Dinilai Bisa Lakukan Penetrasi Ekspor

Whats New
Buruh Tembakau Surati Jokowi, Memohon Revisi Aturan Pengendalian Rokok Dihentikan

Buruh Tembakau Surati Jokowi, Memohon Revisi Aturan Pengendalian Rokok Dihentikan

Whats New
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.