Salin Artikel

Ini Hambatan Industri Makanan dan Minuman Terapkan Industri 4.0

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman mengatakan, pelaku usaha di sektor makanan dan minuman sedang berupaya menyesuaikan industri 4.0 yang digadang-gadang menjadi revolusi industri di masa depan.

Namun, ia mengakui bahwa belum 100 persen mereka siap menerapkannya. Diketahui, industri 4.0 mensyaratkan teknologi menjadi hal utama yang menopang industri.

"Industri makanan dan minuman belum ada yang benar-benar menerapkan 4.0 secara utuh. Kalau secara parsial sudah ada beberapa yang menerapkan," ujar Adhi di Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Adhi menekankan bahwa industri tersebut, meski bertahap, harus menerapkan industri 4.0. Sebab, Indonesia termasuk tertinggal dalam urusan penggunaan teknologi dan digitalisasi sistem untuk industri.

Ia membandingkan dengan Vietnam yang hampir seluruh produknya dikemas oleh teknologi Tetra Pak. Sementara di Indonesia baru 40 persen.

"Ini menunjukkan daya saing Vietnam makin tinggi. Apalagi sekarang pemerintah Vietnam mulai menerapkan kemudahan berusaha, produk makanan dan minuman tidak usah registrasi," kata Adhi.

"Kalau Indonesia tidak antisipasi, tentunya kita kalah saing," lanjut dia.

Saat ini, lanskap perilaku belanja konsumen telah berubah. Konsumen cenderung membeli produk yang mudah didapatkan dan mulai memiliki kesadaran lebih tinggi terhadap lingkungan. Mereka juga mulai menyukai produk yang memiliki nilai tambah bagi lingkungan.

Dengan industri 4.0, ke depannya dunia industri akan akrab dengan kebutuhan tren industri dan digitalisasi di Indonesia, seperti kecerdasan buatan (AI), internet of things (IoT), wearable technologies, dan robotika canggih. Oleh karena itu, para pelaku industri terus didorong untuk berinovasi di level operasional maupun produk yang ditawarkannya.

Industri makanan minuman juga diharapkan dapat membesarkan skala usaha dan bertransformasi menjadi pengekspor makanan dan minuman pertama di kawasan regional ASEAN.

Adhi yakin, dengan mengoptimalkan teknologi, maka industri di Indonesia mampu tumbuh pesat hingga dua digit.

"Ini akan smakin memperkecil ketertinggalan kita. Saya yakin kalau ini semua bisa diterpakan, pertumbuhannya akan bagus di atas 10 persen," kata Adhi.

https://ekonomi.kompas.com/read/2018/11/01/063530626/ini-hambatan-industri-makanan-dan-minuman-terapkan-industri-40

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sri Mulyani: Wanita sampai UMKM Rentan Terjebak Pinjol Ilegal

Sri Mulyani: Wanita sampai UMKM Rentan Terjebak Pinjol Ilegal

Whats New
Airlangga Sebut Industri Kelapa Sawit Bisa Pertahankan 16,2 Juta Tenaga Kerja Selama Pandemi

Airlangga Sebut Industri Kelapa Sawit Bisa Pertahankan 16,2 Juta Tenaga Kerja Selama Pandemi

Whats New
Sri Mulyani Sebut Pinjol Ilegal Lintah Darat Berteknologi Digital

Sri Mulyani Sebut Pinjol Ilegal Lintah Darat Berteknologi Digital

Whats New
Aplikasi IPOT Error Akibat Gedung Cyber Kebakaran, Dana Nasabah Dipastikan Aman

Aplikasi IPOT Error Akibat Gedung Cyber Kebakaran, Dana Nasabah Dipastikan Aman

Whats New
Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan untuk Pekerja Informal

Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan untuk Pekerja Informal

Whats New
Kemenkop UKM Pastikan BPUM Digunakan Untuk Sektor Produktif

Kemenkop UKM Pastikan BPUM Digunakan Untuk Sektor Produktif

Rilis
Pameran Bisnis Waralaba dan Lisensi IFRA Hybrid Diperpanjang hingga 12 Desember 2021

Pameran Bisnis Waralaba dan Lisensi IFRA Hybrid Diperpanjang hingga 12 Desember 2021

Whats New
Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan, Lewat Aplikasi hingga Browser

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan, Lewat Aplikasi hingga Browser

Whats New
 IHSG Ditutup Menguat Sore Ini, Rupiah Masih Melemah

IHSG Ditutup Menguat Sore Ini, Rupiah Masih Melemah

Whats New
Asuransi, Investasi, dan Dana Darurat, Mana yang Harus Diprioritaskan Lebih Dulu?

Asuransi, Investasi, dan Dana Darurat, Mana yang Harus Diprioritaskan Lebih Dulu?

Spend Smart
Rincian UMK Kota Bandung 2022 dan 26 Daerah Lain di Jawa Barat

Rincian UMK Kota Bandung 2022 dan 26 Daerah Lain di Jawa Barat

Whats New
Instrumen Pasar Modal: Pengertian, Jenis, dan Lembaga Penunjangnya

Instrumen Pasar Modal: Pengertian, Jenis, dan Lembaga Penunjangnya

Earn Smart
Cuma 5 Menit, Cara Mengisi Token Listrik di PLN Mobile

Cuma 5 Menit, Cara Mengisi Token Listrik di PLN Mobile

Spend Smart
Hitung-hitungan PLN, Konversi LPG ke Kompor Induksi Bisa Bikin Negara Hemat Rp 27,3 Triliun

Hitung-hitungan PLN, Konversi LPG ke Kompor Induksi Bisa Bikin Negara Hemat Rp 27,3 Triliun

Whats New
Perseteruan Petinggi MPR Vs Sri Mulyani, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Perseteruan Petinggi MPR Vs Sri Mulyani, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Whats New
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.