Salin Artikel

4 Gaya Milenial Sambut Festival Belanja Online 11.11

Ada yang antusias berburu promo di semua e-commerce yang berpartisipasi, ada pula yang biasa saja menyikapinya. Bahkan, ada yang sengaja tak membuka sama sekali aplikasi e-commerce agar tak kalap belanja.

Sejumlah e-commerce tanah air yang berpartisipasi dalam festival belanja 11. Beberapa di antaranya adalah Lazada, Shopee, Blibli, Elevenia, JD.id, dan Zalora. Belum lagi promo dari toko online lainnya. Semuanya berlomba-lomba memberikan promo terbaik.

Selain diskon mereka juga memberikan cashback hingga permainan interaktif di mana pelanggan bisa mengumpulkan hadiah dan poin sebanyak-banyaknya.

Kompas.com telah menghimpun sejumlah opini dari generasi milenial yang cukup sering berbelanja online. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana respon mereka menghadapi festival belanja besar tahunan itu.

Barbara yang biasanya berbelanja produk kosmetik itu hanya mencari barang-barang yang dibutuhkan. 

"Itu pun saya tetap mempertimbangkan potongan harga yang ditawarkan. Kalau cuma 25 persen ya males, minimal 50 persen," kata Barbara. 

Untuk barang lainnya di luar kosmetik, Barbara mengaku tak tertarik beli. Untuk produk di luar itu, ia lebih senang membeli di toko offline.

"Akan dilihat-lihat dulu. Kalau ada yang menarik akan dipertimbangkan," kata Yogi.

Hal senada disampaikan Aghnia Adzkia (27) yang mengaku penasaran dengan produk-produk yang diberi potongan harga. Namun, belum terpikir apakah ikut belanja atau tidak. Ia akan mencari tahu dulu barang yang didiskon, kemudian menimbang-nimbang apakah butuh dibeli.

"Aku pasti bakal lihat-lihat promonya dan kalau ada yang bagus dan sesuai kebutuhan aku beli. Terutama kayak barang yang males beli di toko offline atau barang yang teryata di online jauh banget murahnya," kata Aghnia.

Diahsari (27) juga cenderung melihat-lihat diskon yang ditawarkan. Jika menarik, baru dia beli. Dia sempat ikut parade diskon di JD.id pada jam tertentu. Sebelum parade dimulai, dia melihat-lihat apa saja yang dijual.

"Kalau memang itu barang kemungkinan besar nantinya bisa dipakai di masa mendatang, beli dulu saja. Masalah dipakai kapan, yang penting beli dulu saja.

Tapi kalau barangnya kurang oke dan enggak terlalu butuh banget, ya skip," kata dia.

Barang incarannya dimasukkan ke keranjang belanja atau ditandai sebagai favorit. Kemudian, momentum festival belanja ini menjadi sangat dinanti untuk membelanjakan barang tersebut.

"Biasanya sih mikir dulu kira-kira barang apa yang butuh atau pengin dibeli. Nah baru beli pas hari belanja online," kata

Eka mengatakan, hal tersebut dia lakukan agar tidak terdorong untk belanja lebih banyak. Dia usahakan tak keluar dari daftar yang telah dia tandai.

"Terkadang suka beli yang di luar daftar. Tapi tidak banyak, paling meleset Rp 100.000-an atau suka ganti barang dari list," kata dia.

Mohammad Nadlir (29) termasuk yang antusias dengan festival belanja 11.11 karena mendengar bahwa diskon yang ditawarkan gila-gilaan. Bahkan, dia meng-install hampir semua aplikasi e-commerce yang mengikuti acara itu. Barang yang dia incar sejak beberapa hari lalu adalah produk ponsel dan tablet.

"Aku lihat ada promo tablet dari Rp 11 juta jadi Rp 2,5 juta. Lumayan sih, tabletnya Samsung tapi bundling sama operator di sini," kata Nadlir.

"Cuma enggak mau boros karena kadang kita jadi membeli hal yang sbnernya enggam kita butuh. Jadi beberapa hari lalu sudah uninstall apilkasi belanja online," kata Ika.

Ika berpikir untuk mempertahankan untuk tak menyentuh aplikasi e-commerce bahkan setelah festival belanja 11.11 berakhir. Di samping biar lebih hemat, menurut dia, membuka aplikasi tersebut juga membuang waktu untuk cari-cari produk tertentu.

"Bayar pakai kartu kredit pula. Ibarat 'setan', itu aplikasi jual beli," kata Ika.

https://ekonomi.kompas.com/read/2018/11/11/142814426/4-gaya-milenial-sambut-festival-belanja-online-1111

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.