Hal ini untuk mengurangi kemacetan parah akibat banyaknya pengerjaan pembangunan sejumlah proyek di Tol Jakarta-Cikampek.
"Kami minta kepada ODOL tidak gunakan Japek (Tol Jakarta-Cikampek) karena kami akan koordinasi dengan kepolisian. Apabila ada ODOL masuk, itu mengakibatkan kecepatan turun," ujar Budi Karya saat menggelar konferensi pers di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (20/11/2018).
"Kecepatan turun mengakibatkan kendaraan lain tidak bisa berkecepatan sesuai standar. Ini kan bebas hambatan, kalau ada kendaraan lain yang mengakibatkan hambatan berarti kunci jalan bebas hambatan tidak tercapai," sambung dia.
Apabila truk tetap menggunakan tol, Budi Karya meminta truk tersebut tidak kelebihan muatan.
Jika membandel, kepolisian akan memberlakukan tilang di tol.
"Jadi kami memberikan kewenangan kepada kepolisian secara random melakukan tilang," kata Budi Karya.
Ia mengatakan, kebijakan itu akan merugikan pengusaha.
Namun, ia menegaskan, kemacetan yang diperparah truk kelebihan muatan akan jauh lebih merugikan pengguna tol lainnya.
Oleh karena itu, pemerintah menyarankan truk kelebihan muatan memilih jalan alternatif lain.
https://ekonomi.kompas.com/read/2018/11/20/210709826/pemerintah-larang-truk-kelebihan-muatan-melintasi-tol-jakarta-cikampek
Dapatkan informasi dan insight pilihan redaksi Kompas.com
Daftarkan EmailPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & Ketentuan