Salin Artikel

1 dari 4 Pegawai "Resign" Punya Keahlian yang Dibutuhkan Perusahaan

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan akan sebisa mungkin mempertahankan pegawai yang bertalenta dan punya keterampilan yang dibutuhkan perusahaan untuk berkembang. Sayangnya, tak semua perusahaan punya daya tawar lebih untuk mempertahankan.

Sementara itu, pegawai yang bertalenta itu meyakini dirinya punya kesempatan lebih baik untuk berkembang dengan remunerasi yang lebih menjanjikan di perusahaan lain.

Career Business Leader Mercer Indonesia Astrid Suryapranata mengatakan, berdasarkan penelitian yang dilakukan Mercer, terungkap 1 dari 4 pegawai yang pindah pekerjaan merupakan talenta terbaik perusahaan.

"Hampir 40 persen (responden) bicara setiap empat orang yang keluar, satu atau lebih itu talent mereka," ujar Astrid di Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Survei Mercer juga menyebutkan, rata-rata jumlah pegawai yang pindah pekerjaan di smua industri pada 2018 sebesar 7,4 persen. Angkanya lebih kecil ketimbang tahun 2017, yakni 7,9 persen.

Mercer tak memberi data spesifik pekerjaan yang paling banyak pegawainya pindah tempat bekerja. Namun, ada data yang menunjukkan tren intensitas perekrutan pegawai di keseluruhan industri.

Pada 2018, 41 persen perusahaan melakukan ekspansi pada 2018. Sedangkan mayoritasnya sebesar 47 persen memilih mempertahankan jumlah pekerjanya.

Ini berarti perusahaan akan mengganti pegawai yang keluar perusahaan dengan merekrut pegawai baru.

"Kalau dilihat dari sisi industri high tech, financial services, consumer goods, ini banyak hire. Jadi turnover mereka cukup tinggu dibandingkan keseluruhan industri lain," kata Astrid.

Industri yang cenderung rendah tingkat perekrutannya adalah bahan kimia.

Sementara itu, ada sejumlah alasan pegawai memilih pindah pekerjaan di perusahaan lain. Alasan yang paling banyak disampaikan pegawai yang pindah perusahaan karena kurang memiliki kesempatan berkarir dan berkembang.

Opsi tersebut disampaikan 53 persen responden Mercer. Alasan keduanya adalah gaji yang kurang kompetitif.

Sebanyak 51 persen responden mengganggap gaji yang mereka dapatkan di tepatnya bekerja tak sebesar di perusahaan lain. Alasan berikutnya adalah benefit yang kurang kompetitif yang dipilih 27 responden.

Umumnya opsi tersbeut dipilih pegawai yang bekerja di industri barang konsumsi dan teknologi.

Kemudian pegawai juga beralasan hubungan dengan sejawat atau atasannya tidak harmonis sebanyak 17 persen. Biasanya opsi ini dipilih pekerja di industri ilmu hayati.

Ada pula 17 persen responden yang mengaku keluar dari pekejraannya karena level stres yang tinggi, biasanya bagi pekerja di industri ilmu hayati dan teknologi.

Jarak kantor yang jauh dan lamanya waktu tempuh ke tempat bekerja juga menjadi alasan 15 persen responden. Dilanjutkan dengan alasan aktivitas pekerjaan yang tak cocok sebanyak 14 persen, kultur perusahaan yang tidak sehat sebesar 10 persen, hingga tuntutan pekerjaan untuk lembur atau waktunya tak fleksibel sebesar 5 persen.

Data tersebut, kata Astrid, cocok jika dilihat fakta bahwa banyak pegawai yang memiliki talenta yang dibutuhkan kantor, namun mereka memilih angkat kaki dari perusahaan.

"Sehingga mereka harus diperhatikan dari sisi income dan kesempatan untuk berkembang di perusahaan," tutur Astrid.

https://ekonomi.kompas.com/read/2018/12/07/101938426/1-dari-4-pegawai-resign-punya-keahlian-yang-dibutuhkan-perusahaan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Biaya Admin, Setoran Awal, dan Cara Buka Rekening BRI Britama X

Biaya Admin, Setoran Awal, dan Cara Buka Rekening BRI Britama X

Whats New
Cara Cek Resi Shopee Express dengan Mudah dan Praktis

Cara Cek Resi Shopee Express dengan Mudah dan Praktis

Whats New
Syarat dan Cara Mengaktifkan Shopee PayLater dengan Mudah

Syarat dan Cara Mengaktifkan Shopee PayLater dengan Mudah

Whats New
Pengusaha Puji Sri Mulyani, Sudah Diberi Tax Amnesty, Lalu Dikasih PPS

Pengusaha Puji Sri Mulyani, Sudah Diberi Tax Amnesty, Lalu Dikasih PPS

Whats New
Rusia Minat Bikin Pembangkit Nuklir di RI, Ini Jawaban Menteri ESDM

Rusia Minat Bikin Pembangkit Nuklir di RI, Ini Jawaban Menteri ESDM

Whats New
Masuk Mal Wajib Vaksin Booster, Berlaku 2 Minggu Lagi

Masuk Mal Wajib Vaksin Booster, Berlaku 2 Minggu Lagi

Whats New
Luhut Umumkan Wajib Booster Bagi yang Bepergian, Berlaku 2 Minggu Lagi

Luhut Umumkan Wajib Booster Bagi yang Bepergian, Berlaku 2 Minggu Lagi

Whats New
Kementerian PUPR: Pembangunan 9 Bendungan Ditargetkan Rampung di 2022

Kementerian PUPR: Pembangunan 9 Bendungan Ditargetkan Rampung di 2022

Whats New
Hati-hati, Ada Pemeliharaan dan Rekonstruksi di Tol Jagorawi 5-9 Juli 2022

Hati-hati, Ada Pemeliharaan dan Rekonstruksi di Tol Jagorawi 5-9 Juli 2022

Whats New
Viral Video Petani Jual TBS Kelapa Sawit ke Malaysia, Apkasindo: Kami Harus Biayai Keluarga

Viral Video Petani Jual TBS Kelapa Sawit ke Malaysia, Apkasindo: Kami Harus Biayai Keluarga

Whats New
Jurus Mendag Zulhas Naikan Harga TBS Petani Sawit

Jurus Mendag Zulhas Naikan Harga TBS Petani Sawit

Whats New
BRI Prediksi Penyaluran KUR ke 10,7 Juta UMKM Serap 32,1 Juta Lapangan Kerja

BRI Prediksi Penyaluran KUR ke 10,7 Juta UMKM Serap 32,1 Juta Lapangan Kerja

Whats New
Soal Penyesuaian Tarif INA-CBG's, Bos BPJS Kesehatan: Itu Hal yang Menurut Saya Bagus...

Soal Penyesuaian Tarif INA-CBG's, Bos BPJS Kesehatan: Itu Hal yang Menurut Saya Bagus...

Whats New
BCA Gelontorkan Rp 5,65 Miliar ke 18 Perguruan Tinggi Untuk Program Beasiswa

BCA Gelontorkan Rp 5,65 Miliar ke 18 Perguruan Tinggi Untuk Program Beasiswa

Whats New
Syarat dan Cara Buka Rekening Tabungan Haji lewat BSI Mobile

Syarat dan Cara Buka Rekening Tabungan Haji lewat BSI Mobile

Whats New
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.