Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Incar Pekerjaan Impian, Jangan Tulis 5 Kata Ini di Surat Lamaran

KOMPAS.com — Surat lamaran bukan sekadar syarat untuk melamar pekerjaan. Surat ini sebenarnya dapat memberikan gambaran kepada perusahaan terkait kepribadian Anda  sehingga mereka bisa mengambil keputusan apakah akan merekrut Anda atau tidak.

Dikutip dari Reader's Digest, Jumat (1/2/2019), kata-kata yang tak berkekuatan tentu harus segera dihapus dari surat lamaran Anda. Berikut ini adalah 5 kata-kata yang sebaiknya tidak Anda cantumkan dalam surat lamaran agar mendapatkan pekerjaan impian Anda.

1. "Bertanggung jawab..."

Pakar karier dari ZipJob, Natalya Khaykis menuturkan, pelamar kerja yang paling menarik bagi perusahaan adalah yang terbukti mengubah tanggung jawab mereka menjadi kesuksesan. Ini pun harus tersurat dalam surat lamaran Anda.

Misalnya, Khaykis menyarankan Anda mengganti kalimat "Bertanggung jawab menciptakan kampanye pemasaran online untuk meningkatkan penjualan" menjadi "Meningkatkan penjualan sebesar 21 persen dengan menciptakan kanal pemasaran berbayar baru, termasuk Google Adwords dan Facebook Ads."

Sertakan contoh spesifik apa yang telah Anda "implementasikan," "perbaiki," atau "capai." Menurut Khaykis, Anda harus menunjukkan bahwa Anda tak hanya melakukan pekerjaan, tapi ahli dalam pekerjaan itu.

2. "Inovatif"

Tak ada yang salah dengan kata-kata kunci seperti "inovatif," "disruptor," atau "berpikir revolusioner." Namun demikian, kata CEO Virtual Resume Coach Debra Mastic, Anda harus membuktikan kata kunci yang Anda cantumkan dalam surat lamaran.

Sebagai contoh, ceritakan bagaimana penjualan melonjak setelah Anda membuat perubahan drastis terhadap strategi perusahaan. Contoh yang nyata akan menunjukkan bahwa Anda tak hanya kreatif, akan tetapi ide-ide Anda juga bisa memberikan manfaat konkret.

3. "Berorientasi hasil"

"Anda tentu harus berorientasi hasil. Kalau tidak, mengapa Anda bekerja?" ujar Jennifer Magas, wakil direktur utama di Magas Media Consultans.

Magas menyebut, sebaiknya Anda menjabarkan hasil-hasil ide Anda secara nyata yang tetap membuat Anda termotivasi. Apakah Anda sudah melampai tujuan yang dipasang atasan untuk Anda? Apakah Anda telah mengimplementasikan program yang mendorong pendapatan tambahan bagi perusahaan?

4. Microsoft Office

Jika kemampuan Anda dalam mengoperasikan Microsoft Office hanya sebatas pada Word, Anda sudah tahu bagaimana progres lamaran kerja Anda, sebut profesor bidang telekomunikasi Andrew Selepak dari University of Florida. Selain itu, mencantumkan Microsoft Office sebenarnya membuat Anda tanpa sadar berbohong.

"Sebagian besar orang mencantumkan Microsoft Office (dalam surat lamaran), namun mereka sebenarnya tidak tahu bagaimana mengoperasikan Office Suite atau bagaimana membuat PowerPoint atau menghitung dan mengolah data di Excel," jelas Selepak. 

Adapun Mastic menuturkan, jika Anda benar-benar bisa menggunakan keseluruhan Microsoft Office Suite, Anda harus mencantumkannya bila pekerjaan yang Anda lamar membutuhkan kemampuan itu. Masukkan kata kunci pencapaian, misalkan bagaimana Anda menggunakan Excel untuk menganalisa metrik-metrik penting untuk perusahaan.

5. "Kemampuan memimpin yang kuat"

Surat lamaran dimaksudkan untuk membuktikan kemampuan Anda. Dengan demikian, cantumkan bukti atas klaim Anda.

"Hanya karena Anda memiliki kata kunci 'kepemimpinan,' bukan berarti Anda adalah pemimpin yang baik," terang Mastic.

Ia menyatakan, Anda memang harus menyorot kemampuan itu. Namun, berikan juga contoh nyata yang membuktikan kemampuan Anda itu bukan sekadar isapan jempol atau klaim sepihak.

"Hal yang sama berlaku juga untuk keterampilan lainnya yang Anda klaim ada di dalam diri Anda, seperti kemampuan berkomunikasi yang baik atau berorientasi detail," tutur Mastic.

https://ekonomi.kompas.com/read/2019/02/01/061300726/incar-pekerjaan-impian-jangan-tulis-5-kata-ini-di-surat-lamaran

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke