Salin Artikel

Di 2019, Kemendes Fokus Bangun Infrastruktur di 46 Kabupaten

Ke-49 kabupaten tersebut mulai dari Aceh Singkil hingga Raja Ampat. Hal itu disampaikan Dirjen PDTu Aisyah Gamawati dalam rapat kerja teknis (Rakernis) 2019 di Jakarta yang dimulai 31 Januari dan berakhir 2 Februari 2019.

Aisyah menyebutkan, secara selektif fasilitasi tersebut akan menekankan pada pembukaan aksesibilitas seperti penyediaan jalan di daerah perbatasan sepanjang 22 Km di 11 Kabupaten, penyediaan moda transportasi penumpang dan barang sebanyak 4 unit.

Selain itu untuk pengembangan ekonomi juga dilakukan di berbagai daerah dalam bentuk pengembangan desa wisata di wilayah pulau kecil dan terluar sebesar Rp 13,2 miliar, pembangunan embung baik di wilayah perbatasan maupun rawan pangan dengan nilai lebih kurang Rp 19,4 miliar.

Kemudian, pembangunan Gudang Cadangan Pangan sebanyak Rp 8,1 miliar, penyediaan sarana dan prasarana pendukung Produk Unggulan Daerah sebesar Rp 12,1 miliar.
Termasuk juga, untuk penyediaan air bersih di wilayah perbatasan dan pulau kecil terluar sebesar Rp 25,8 miliar.

"Khusus untuk kebencanaan, kita akan bangun alat deteksi dini bencana banjir dan longsor di 5 kabupaten dan melakukan pelatihan aparatur dengan jumlah peserta lebih kurang 600 orang," kata dia melalui rilis ke Kompas.com, Sabtu (2/2/2019).

"Terkait dengan penguatan perdamaian untuk mereduksi terjadinya konflik, pada 2019 ini akan digelar serangkaian gelaran festival pranata adat dan forum perdamaian di 23 kabupaten."

Dana desa

Sebelumnya dalam pidato sambutan pembukaan Rakernis, Jumat (1/2/2019), Menteri Desa PDDT Eko Putro Sandjojo menekankan target Ditjen PDTu Kemendesa harus mengacu pada keberhasilan pelaksanaan Rencana Program Jangka Menengah Nasional (RJPMN) 2015-2019.

Dalam RPJMN 2015-2019 Kemendes PDDT ditargetkan mengentaskan 5.000 desa tertinggal sampai dengan akhir tahun 2019.

Menurut sensus potensi desa yang diselenggarakan oleh BPS pada 2018 lalu, ada 6.500 desa yang telah dientaskan. Selain itu, dari target untuk menciptakan 2.000 desa mandiri, saat ini sudah ada 2.650 sekian desa dengan status mandiri.

"Jadi beberapa target dalam RPJMN sebenarnya sudah terlampaui,” kata Eko.

Dia melanjutkan, dalam hal dana dana desa, desa mampu membangun infrastruktur dalam skala yang tidak pernah terjadi dalam sejarah Indonesia sebelumnya dalam waktu empat tahun terakhir.

“Desa mampu membangun antara lain hampir 200.000 km jalan desa, puluhan ribu PAUD, Posyandu, Pasar, Bumdes, dan Embung. Desa juga mampu membangun hampir 1 juta unit sarana air bersih ke rumah-rumah di desa,” katanya.

Selain itu, pendapatan perkapita di desa naik hampir 50 persen, dari Rp 572.000 per kapita per bulan menjadi Rp 804.000 per kapita per bulan.

Angka kekurangan gizi atau stunting juga turun dari 37,2 persen menjadi menjadi 30,2 persen dalam empat tahun terakhir, kata Eko.

https://ekonomi.kompas.com/read/2019/02/02/150128026/di-2019-kemendes-fokus-bangun-infrastruktur-di-46-kabupaten

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.