Delapan Suku Asli Kaimana Serahkan Pengelolaan Laut ke Pemkab

Kompas.com - 15/04/2008, 16:50 WIB
Editor

KAIMANA, SELASA – Delapan suku asli di Kaimana Papua Barat telah menyerahkan kewenangan dan pengelolaan laut yang menjadi milik pertuanannya kepada pemerintah kabupaten. Langkah ini diambil lantaran masyarakat mulai terusik dan tak berdaya dengan kehadiran kapal-kapal dari luar Kaimana yang mengeruk kekayaan laut setempat dengan cara-cara yang merusak lingkungan.

”Sejak nenek moyang, kita mengenal konservasi yang biasa disebut sasi adat. Tapi ini banyak dilanggar kapal-kapal dari luar dan kita tidak dapat berbuat apa-apa karena kalah teknologi. Sekarang kita serahkan semua kewenangan seluruh wilayah laut milik masyarakat kepada pemkab untuk dijadikan kawasan konservasi laut daerah (KKLD) atau secara adat kita sebut sasi besar,” ujar Ketua Dewan Adat Papua Wilayah Kaimana, Marthen Feneteruma, saat deklarasi adat di Pulau Umbrom Kaimana, Selasa (15/4).

kesungguhan tekad mereka. Ritual sinara dipimpin perwakilan tokoh adat dengan
 
Dalam pertemuan Senin kemarin di Pulau Umbrom Teluk Triton, suku Kuripasai dan Miereh tidak hadir. Enam tokoh adat dan kepala suku lain Maerasi, Irarutu, Koiway, Oburau, Madewana, dan Kuri mengikuti kegiatan upacara adat (sinara) sebagai tanda menghanyutkan sirih, pinang, kapur, dan rokok ke laut.

Isobath

Bupati Hasan Achmad menjelaskan deklarasi adat ini dilakukan karena masyarakat terusik oleh kehadiran kapal-kapal dari luar Kaimana yang melakukan penangkapan di areal nelayan tradisional.  Ini terjadi karena kapal-kapal yang memiliki izin dari pusat itu areal penangkapannya berdasarkan isobath atau kedalaman laut. Dengan morfologi bawah laut Kaimana yang banyak terdapat tubir dalam, kapal itu kerap memasuki areal tangkap nelayan tradisional.

Karena itu, Hasan menyambut baik kesepakatan adat ini dan berjanji akan menerbitkan KKLD dalam bentuk keputusan bupati. ”Konservasi akan mengatur penangkapan agar sesuai aturan dan tidak merusak lingkungan,” ujar Hasan yang memastikan pengaturan ini diikuti pengawasan bersama antara pemkab, TNI-AL, Polairud, dan masyarakat.

Manajer Program Conservation International Indonesia (CII) Kaimana, Elisabeth L Pasapan mengatakan deklarasi KKLD menjadi modal awal bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Lewat KKLD, laut lebih terjaga serta sektor pariwisata dan budidaya berbasis konservasi dapat terdongkrak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

”Kami akan tetap mendampingi masyarakat dan pemkab sampai mereka dapat solid dan mandiri dalam mengelola kawasan lautnya yang berbasiskan konservasi,” ujar Elisabeth.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Guru Honorer Dapat Subsidi Gaji | Ancaman Pemutusan Listrik Rumah Lukman Sardi

[POPULER MONEY] Guru Honorer Dapat Subsidi Gaji | Ancaman Pemutusan Listrik Rumah Lukman Sardi

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Produktif dengan Berkebun Sayur | Pengalaman Menanam Strawberry | Cara Membuat Pupuk Gratis

[KURASI KOMPASIANA] Produktif dengan Berkebun Sayur | Pengalaman Menanam Strawberry | Cara Membuat Pupuk Gratis

Rilis
Kartu Pendaftaran CPNS 2021 Hilang? Ini Cara Cetak Ulangnya

Kartu Pendaftaran CPNS 2021 Hilang? Ini Cara Cetak Ulangnya

Work Smart
Startup Indonesia Panen Suntikan Modal

Startup Indonesia Panen Suntikan Modal

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Resep Pie Susu Teflon | Lupis Ketan Saus Gula Merah | Kue Rempah Ontbijtkoek

[KURASI KOMPASIANA] Resep Pie Susu Teflon | Lupis Ketan Saus Gula Merah | Kue Rempah Ontbijtkoek

Rilis
Targetkan Rp 21,9 Triliun dari IPO, Bukalapak Siap Perang Antar E-Commerce

Targetkan Rp 21,9 Triliun dari IPO, Bukalapak Siap Perang Antar E-Commerce

Whats New
Mengenal Kode OTP dan Bedanya dengan PIN

Mengenal Kode OTP dan Bedanya dengan PIN

Whats New
OJK Akan Panggil Jusuf Hamka soal Dugaan Pemerasan oleh Bank Syariah Swasta

OJK Akan Panggil Jusuf Hamka soal Dugaan Pemerasan oleh Bank Syariah Swasta

Whats New
Pelni Catat Kinerja Angkutan Barang Naik 85 Persen pada Semester I-2021

Pelni Catat Kinerja Angkutan Barang Naik 85 Persen pada Semester I-2021

Whats New
Sebelum Tahap SKD, Pelamar CPNS Bisa Ikuti Simulasi CAT BKN

Sebelum Tahap SKD, Pelamar CPNS Bisa Ikuti Simulasi CAT BKN

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Tradisi Medali Angkat Besi Indonesia | Cara Mudah Mendesain Presentasi | Bedah Serial Marvel 'Loki'

[POPULER DI KOMPASIANA] Tradisi Medali Angkat Besi Indonesia | Cara Mudah Mendesain Presentasi | Bedah Serial Marvel "Loki"

Rilis
Apa Itu Liabilitas: Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Akuntansi

Apa Itu Liabilitas: Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Akuntansi

Whats New
Apa Itu Profit: Pengertian, Jenis, dan Perhitungannya

Apa Itu Profit: Pengertian, Jenis, dan Perhitungannya

Whats New
Kemenperin Sediakan 500 Fasilitas Isolasi Pasien Covid-19

Kemenperin Sediakan 500 Fasilitas Isolasi Pasien Covid-19

Rilis
Gandeng Kadin, GoTo Bangun Rumah Oksigen Gotong Royong

Gandeng Kadin, GoTo Bangun Rumah Oksigen Gotong Royong

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X