KPBB: Busway Serahkan Saja kepada Profesional

Kompas.com - 15/01/2009, 14:14 WIB
Editor

JAKARTA, KAMIS — Semenjak lima tahun beroperasi, tepatnya 15 Januari 2004, operasional busway transjakarta kurang berhasil mengatasi permasalahan transportasi. Menurut Ketua Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB) Ahmad Syarrifrudin, pada intinya persoalan busway bermuara pada tata cara pengelolaan.

"Pada intinya ada dua permasalahan busway, yakni political will dan institusional busway," kata Syarifuddin saat konferensi pers refleksi lima tahun busway di Jakarta, Kamis (15/1).

Pengelolaan busway yang saat ini berada di bawah Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Dinas Perhubungan sebaiknya dilepas ke pihak yang lebih profesional agar dapat berpengaruh pada persoalan bisnis.

Dikhawatirkan, jika busway dikelola pihak UPT akan terjadi kasus seperti Perusahaan Pengangkut Daerah (PPD) babak II yang tidak berhasil. "Nanti kalau ini dibiarkan akan terjadi PPD jilid II. Pasti kita semua juga tahu apa yang terjadi," ujarnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Politisi Gerindra di Balik Eksportir Benur, Menteri Edhy: Tidak Masalah, Saya Siap Dikritik

Ada Politisi Gerindra di Balik Eksportir Benur, Menteri Edhy: Tidak Masalah, Saya Siap Dikritik

Whats New
Pasarkan Produk Eucalyptus, Kementan Jajaki Kerja Sama dengan Jepang dan Rusia

Pasarkan Produk Eucalyptus, Kementan Jajaki Kerja Sama dengan Jepang dan Rusia

Whats New
Percepat Realisasi Anggaran Pemerintah di Semester II akan Dorong Ekonomi RI

Percepat Realisasi Anggaran Pemerintah di Semester II akan Dorong Ekonomi RI

Whats New
Kata Edhy Prabowo, Ini Sederet Manfaat Legalkan Alat Tangkap Cantrang

Kata Edhy Prabowo, Ini Sederet Manfaat Legalkan Alat Tangkap Cantrang

Whats New
Kadin Ramal Ekonomi Kuartal II Terkontraksi 6 Persen, Ini Penyebabnya

Kadin Ramal Ekonomi Kuartal II Terkontraksi 6 Persen, Ini Penyebabnya

Whats New
Tokopedia Laporkan Oknum yang Jual 91 Juta Data Pelanggannya ke Polisi

Tokopedia Laporkan Oknum yang Jual 91 Juta Data Pelanggannya ke Polisi

Whats New
 BCA Pertahankan Posisi Pertama untuk Indonesia’s Most Valuable Brand

BCA Pertahankan Posisi Pertama untuk Indonesia’s Most Valuable Brand

Whats New
Penumpang KRL Membeludak, PT KCI Minta Pengusaha Atur Jam Kerja Karyawannya

Penumpang KRL Membeludak, PT KCI Minta Pengusaha Atur Jam Kerja Karyawannya

Whats New
Perusahaan Asal Jepang Ini Bakal Terapkan WFH Secara Permanen

Perusahaan Asal Jepang Ini Bakal Terapkan WFH Secara Permanen

Work Smart
Inhaler dan Roll On Eucalyptus akan Dipasarkan Akhir Juli 2020

Inhaler dan Roll On Eucalyptus akan Dipasarkan Akhir Juli 2020

Whats New
Setelah Garuda dan Lion Air, Giliran Sriwijaya yang Kurangi Karyawan

Setelah Garuda dan Lion Air, Giliran Sriwijaya yang Kurangi Karyawan

Whats New
Social Bella Dapat Suntikan Dana 58 Juta Dollar AS

Social Bella Dapat Suntikan Dana 58 Juta Dollar AS

Rilis
Bukan Antivirus, Kalung Eucalyptus Kementan Dipasarkan Agustus 2020

Bukan Antivirus, Kalung Eucalyptus Kementan Dipasarkan Agustus 2020

Whats New
Menteri Edhy Soal Eksportir Benih Lobster: Siapa yang Mendaftar, Kami Terima...

Menteri Edhy Soal Eksportir Benih Lobster: Siapa yang Mendaftar, Kami Terima...

Whats New
Maskapai Air France Bakal PHK Lebih dari 7.500 Pegawai

Maskapai Air France Bakal PHK Lebih dari 7.500 Pegawai

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X