Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Antrean BBM Masih Terjadi di Bontang

Kompas.com - 08/06/2011, 19:45 WIB

BONTANG, KOMPAS.com - Pihak Pertamina mengaku sudah menambah stok BBM (bahan bakar minyak) pada sejumlah SPBU di Kalimantan Timur namun ternyata beberapa daerah masih terjadi krisis, termasuk di Kota Bontang.

Devi, staf SPBU Kopkar PKT di km 6 Belimbing mengaku bahwa kondisi itu karena terjadi penurunan pasokan bensin dari rata-rata 600 tangki (per tangki berisi 10 ribu liter) menjadi kisaran 530 tangki dalam sebulan untuk empat bulan terakhir.

Kendala antrian bensin juga dipicu jam kedatangan pasokan bensin yang tidak menentu, kadang jam 11.00 Wita, 01.00 atau 03.00 Wita. "Karena SPBU kami buka 24 jam, begitu datang bensin ya langsung dilakukan penjualan," terang Devi.

SPBU milik Kopkar PKT ini menyiasati konsumen yang berlangganan dengan kepemilikan kupon bagi kendaraan sebagai jatah dari instansi atau perusahaan, dengan menganti uang cash bagi pelanggan yang kecele untuk pembelian di SPBU lainnya.

Lain halnya dengan SPBU Akawy yang memiliki pasokan BBM pagi dan malam, sehingga terkesan jarang kehabisan stok bensin. Di sini terliat antrian cukup panjang walau tidak sampai dijaga polisi siang malam seperti beberapa waktu lalu untuk pengamanan antrian.

Di Bontang selain SPBU Kopkar, SPBU Akawy, juga terdapat SPBU Tanjung Laut dan Agen BBM di Jl KS Tubun, SPBN Tanjung Limau yang khusus melayani nelayan.

Sebelumnya, pihak DPRD Kalimantan Timur mempertanyaan janji Pertamina yang akan mengatasi krisis BBM dengan menambah stok, kenyataannya kelangkaan masih terjadi di sepanjang jalur Kota Samarinda, Kota Bontang dan Kota Sangatta, Kabupaten Kutai Timur.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Rupiah Melemah terhadap Dollar AS, Sri Mulyani: Lebih Baik dari Baht hingga Ringgit

Rupiah Melemah terhadap Dollar AS, Sri Mulyani: Lebih Baik dari Baht hingga Ringgit

Whats New
5 Minimal Saldo BRI untuk Tarik Tunai ATM Sesuai Jenis Tabungannya

5 Minimal Saldo BRI untuk Tarik Tunai ATM Sesuai Jenis Tabungannya

Spend Smart
Seleksi CPNS 2024 Dimulai Juni-Juli, Masih Ada 4 Instansi Belum Mengisi Rincian Formasi

Seleksi CPNS 2024 Dimulai Juni-Juli, Masih Ada 4 Instansi Belum Mengisi Rincian Formasi

Whats New
[POPULER MONEY] Indonesia Selangkah Lebih Dekat Gabung Klub Negara Maju | Pesan Bea Cukai ke 'Jastiper'

[POPULER MONEY] Indonesia Selangkah Lebih Dekat Gabung Klub Negara Maju | Pesan Bea Cukai ke "Jastiper"

Whats New
XL Axiata Ubah Susunan Direksi dan Komisaris

XL Axiata Ubah Susunan Direksi dan Komisaris

Whats New
Ketidakpastian Global Percepat Adopsi 'Blockchain'

Ketidakpastian Global Percepat Adopsi "Blockchain"

Whats New
XL Axiata Bakal Tebar Dividen Rp 635,55 Miliar

XL Axiata Bakal Tebar Dividen Rp 635,55 Miliar

Whats New
Instansi Pemerintah Diminta Segera Selesaikan Rincian Formasi ASN 2024

Instansi Pemerintah Diminta Segera Selesaikan Rincian Formasi ASN 2024

Whats New
Starlink Segera Beroperasi di RI, Telkom Tak Khawatir Kalah Saing

Starlink Segera Beroperasi di RI, Telkom Tak Khawatir Kalah Saing

Whats New
Pandu Sjahrir Ungkap Tantangan Industri Batu Bara, Apa Saja?

Pandu Sjahrir Ungkap Tantangan Industri Batu Bara, Apa Saja?

Whats New
Dukung Efisiensi Energi dan Keberlanjutan, Pupuk Kaltim 'Revamping' Pabrik Tertua

Dukung Efisiensi Energi dan Keberlanjutan, Pupuk Kaltim "Revamping" Pabrik Tertua

Whats New
Seleksi Sekolah Kedinasan Dimulai Mei, CASN 2024 Digelar Juni

Seleksi Sekolah Kedinasan Dimulai Mei, CASN 2024 Digelar Juni

Whats New
Indodax: Pencucian Uang dengan Aset Kripto Mudah Dilacak

Indodax: Pencucian Uang dengan Aset Kripto Mudah Dilacak

Whats New
Penjualan iPhone Anjlok Hampir di Seluruh Negara di Dunia

Penjualan iPhone Anjlok Hampir di Seluruh Negara di Dunia

Whats New
Menpan-RB Pastikan Seleksi CPNS 2024 Bebas Joki dan Titipan Pejabat, Ini Alasannya

Menpan-RB Pastikan Seleksi CPNS 2024 Bebas Joki dan Titipan Pejabat, Ini Alasannya

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com