Mencermati "Rider" Asuransi

Kompas.com - 31/10/2011, 23:23 WIB
EditorErlangga Djumena
ANASTASIA JOICE

KOMPAS.com - Ketika membeli asuransi jiwa, sering agen asuransi menyarankan agar nasabah juga membeli asuransi tambahan yang disebut ”rider”. ”Rider” ini tidak gratis, lho, ada juga premi yang harus dibayar.

"Saya pernah menemukan sebuah polis asuransi jiwa dengan lebih dari enam rider sekaligus. Artinya, premi yang dibayarkan menjadi lebih mahal. Padahal, belum tentu rider itu bermanfaat maksimal, lebih baik untuk mempertinggi uang pertanggungan asuransi jiwa,” ujar Freddy Pieloor dari perencana keuangan Money and Love.

Prita Hapsari Ghozie dari Zapfinance mengatakan, untuk nasabah asuransi yang berusia 30-50 tahun, rider yang paling diperlukan adalah asuransi kesehatan, bukan yang lain. Hal ini diamini Dekih Sofyan Budiman, Head of Marketing dari Commonwealth Life. ”Berdasarkan pengalaman kami, di usia berapa pun, biasanya rider kesehatan menjadi pilihan yang utama,” katanya.

Ligwina Hananto, perencana keuangan dari Quantum Magna, menyarankan agar rider penyakit kritis tidak perlu diambil karena manfaatnya ternyata tidak sebesar yang diharapkan. Freddy mengatakan hal yang sama. ”Rider penyakit kritis susah sekali klaimnya. Lagi pula penggantiannya tidak banyak,” kata Freddy. Menurut dia, lebih baik mengambil asuransi kecelakaan murni, bukan yang merupakan asuransi tambahan atau rider. Fungsi uang pertanggungan dalam asuransi penyakit kritis ini sama seperti asuransi kecelakaan, yaitu untuk menggantikan hilangnya penghasilan karena nasabah tidak dapat bekerja seperti biasanya. Sama sekali bukan untuk biaya pengobatan penyakit kritis itu.

Penggantian rider penyakit kritis memang memerlukan persyaratan lebih banyak. Ada perusahaan asuransi yang mensyaratkan untuk mendapatkan penggantian karena nasabah telah divonis menderita penyakit ginjal, uang pertanggungan akan keluar baru ketika kedua ginjal telah tidak berfungsi dan tidak dapat lagi ditransplantasi. Kalau salah satu masih berfungsi, uang pertanggungan belum akan keluar. Jika nasabah menderita stroke, barulah uang pertanggungan keluar. Jika nasabah divonis dokter menderita penyakit kanker, baru pada stadium 4 uang pertanggungan itu keluar.

Ada lagi rider yang bernama wifer premium. Rider jenis ini memberikan manfaat pembebasan pembayaran premi asuransi sesuai dengan produk bila terjadi cacat tetap total pada tertanggung karena kecelakaan atau penyakit. Jika tertanggung tidak dapat lagi bekerja dan membayar preminya, perlindungan masih akan tetap berjalan karena premi akan dibayarkan perusahaan asuransi. ”Tetapi, harus dicermati juga, sampai berapa lama perusahaan asuransi mau membayari premi ini,” kata Freddy.

Rider lain yang sering ditawarkan adalah accidental death and disablement benefit (ADDB). Rider ini memberikan proteksi tambahan dari cacat tetap dan meninggal karena kecelakaan. Ketika nasabah asuransi mengalami kecelakaan dan meninggal, uang pertanggungan akan diberikan. Demikian pula jika tertanggung mengalami cacat tetap total karena kecelakaan. Perusahaan asuransi akan memberikan persentase uang pertanggungan jika tertanggung menderita cacat tetap sebagian karena kecelakaan. Menurut Prita, haruslah dicermati apakah rider ini memberikan manfaat optimal. ”Kadang mengambil asuransi kecelakaan murni lebih banyak memberikan manfaat,” katanya.

Teliti dahulu produk rider yang ditawarkan, baru ambil keputusan untuk membelinya.

 

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X