Lagi, Beras Vietnam Masuk Balikpapan

Kompas.com - 19/11/2011, 06:16 WIB
Editor

Balikpapan Kompas Beras impor dari Vietnam sebanyak 3.850 ton masuk lagi ke Balikpapan, Kalimantan Timur, beberapa hari ke depan. Masuknya beras impor ini guna mengamankan stok beras di daerah tersebut hingga Maret 2012 mendatang.

Selain di Balikpapan, beras impor dari Thailand juga beredar di pasar besar di wilayah Kota Tegal, Jawa Tengah.

Masuknya beras Vietnam di Balikpapan merupakan yang ketiga kali sepanjang tahun 2011. Pada bulan September lalu, masuk 4.000 ton beras, disusul 7.800 ton beras pada awal Oktober. Akhir pekan ini akan masuk 3.850 ton beras. Setelah itu, beberapa pekan mendatang juga akan masuk lagi 4.150 ton beras dari Vietnam.

Menurut Agus Rohman, Kepala Seksi Pengadaan dan Analisis Harga Pasar Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) Divre Kaltim, Jumat (18/11), sesuai jadwal awal kapal pengangkut beras Vietnam akan tiba Pelabuhan Balikpapan, hari ini, Sabtu (19/11). Namun, kapal itu kemungkinan besar belum bisa bersandar ke Balikpapan Sabtu ini. ”Perkiraan kami, paling lambat 25 November beras sudah dibongkar dan masuk gudang,” katanya.

Hingga Jumat beras impor beredar di Pasar Induk Beras Martoloyo, Kota Tegal. Beras tersebut dikemas dalam karung plastik bertuliskan ”Beras Kita, Thai Rice”, dan pada karung tersebut terdapat logo Bulog. Masuknya beras impor ke pasar, dikeluhkan pedagang beras lokal, karena mengakibatkan penjualan beras lokal lesu.

Informasi dari pedagang beras di Pasar Induk Beras Martoloyo, beras impor mulai masuk sejak tiga hari terakhir. Namun pedagang yang mendatangkan beras tersebut, Ijah (58), mengaku baru kemarin mendatangkan beras impor sebanyak 25 ton.

Menurut Ijah, beras impor tersebut dibeli dari pedagang di Jakarta seharga Rp 6.600 per kilogram. Rencananya, beras itu akan dipoles kembali karena warnanya kekuning-kuningan, dan dijual Rp 6.700 per kilogram.

Siti (50), pedagang beras di Pasar Induk Beras Martoloyo mengatakan, pasar sepi karena banyak pembeli membatalkan pembelian beras. Mereka khawatir harga beras akan jatuh akibat masuknya beras impor.

(PRA/WIE)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.