Lagi, Beras Impor Masuk Maluku

Kompas.com - 07/02/2012, 16:54 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

AMBON, KOMPAS.com — Sebanyak 7.650 ton beras impor asal Vietnam masuk ke Maluku. Pasokan beras impor ini merupakan yang keempat kalinya sejak tahun 2011.

Kepala Perum Bulog Divisi Regional Maluku Ramli Hasan, Selasa (7/2/2012), mengatakan, ribuan ton beras impor ini semakin memperkuat cadangan beras yang tersedia di Bulog Maluku.

Dengan masuknya beras impor itu, total stok beras di Bulog Maluku sekarang sekitar 25.000 ton. Jumlah ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama delapan bulan.

Masuknya ribuan ton beras impor ke Maluku ini merupakan yang keempat kalinya sejak tahun 2011. Sebelumnya, sebanyak 18.000 ton beras impor telah masuk ke Maluku.

Menurut Ramli, belum ada informasi akan ada pengiriman beras impor lagi setelah pengiriman yang keempat. Ada kemungkinan pengiriman itu merupakan pengiriman beras impor terakhir.

Adanya beras impor ini sekaligus bisa mengurangi pembelian beras dari Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

”Sebelum beras impor masuk, pasokan beras untuk Bulog Maluku masih tergantung dua provinsi tersebut,” kata Ramli.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.