Produk UMKM Makin Sulit Bersaing

Kompas.com - 02/03/2012, 11:41 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

SURABAYA , KOMPAS.com — Rencana kenaikan harga bahan bakar minyak dan tarif dasar listrik semakin menyulitkan produk usaha mikro kecil menengah bersaing di pasar lokal. Apalagi produk impor terus membanjiri pasar domestik dengan harga lebih murah.

Wakil Ketua Komite Tetap Bidang Promosi Produk UMKM Kadin Jawa Timur Liliek Endang Noer di Surabaya, Jumat (2/3/2012), mengatakan, beban pelaku usaha benar-benar makin bertambah karena awal tahun ada kenaikan upah pekerja. Kenaikan BBM dan TDL sangat memungkinkan produk UMKM menjadi semakin tergilas.

Regulasi itu, kata Liliek, akan meningkatkan biaya produksi, terutama pada pos transportasi. "Dengan komposisi jumlah pengusaha UMKM sekitar 90 persen dari jumlah pengusaha di Indonesia, kenaikan TDL dan harga BBM akan berdampak langsung pada biaya produksi. Kenaikan harga akan sangat berimbas pada UMKM, terutama menyangkut penentuan harga produk," ujarnya.

Apalagi, meski tidak menggunakan mesin yang canggih, pelaku UMKM terutama di sektor kerajinan tetap akan terbebani dengan biaya transportasi. "Apalagi sekarang banyak yang menggunakan energi listrik dari PLN dalam proses produksi. Paling berat kenaikan pada biaya transportasi karena dipastikan naik," katanya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X