Margin SPBU BBM Nonsubsidi Dinaikkan

Kompas.com - 27/04/2012, 16:08 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) menjanjikan kenaikan margin bagi pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kenaikan margin ini akan diberikan jika pengusaha tersebut beralih ke SPBU khusus BBM nonsubsidi.

"Jumlah SPBU akan menjadi akan upayakan secara maksimal, dengan mendorong pengusaha agar salah satu SPBU miliknya diubah menjadi nonsubsidi," kata Direktur Niaga dan Pemasaran PT Pertamina Hanung Budya, Jumat (27/4/2012), di Jakarta.

Untuk itu, Pertamina akan menaikkan margin untuk BBM nonsubsidi yang semula Rp 325 per liter menjadi Rp 500 per liter. Hal ini untuk menjaga agar pengusaha tidak bangkrut. Saat ini volume penjualan premium untuk satu SPBU berkisar 15.000 liter.

"Pengusaha sudah kehilangan premium untuk dukung pemerintah. Kehilangan sementara, kami harapkan bisa mencapai 15.000 liter lagi untuk BBM nonsubsidi," kata dia.

"Karena itu Pertamina akan meningkatkan margin BBM nonsubsidi jika pengusaha bersedia mengubah SPBU miliknya menjadi khusus menjual BBM nonsubsidi," kata dia.

Jika menjual BBM bersubsidi, margin bafi pengusaha hanya Rp 200 per liter. Dengan kenaikan margin BBM nonsubsidi menjadi Rp 500 per liter, maka volume penjualan BBM nonsubsidi harus mencapai 40 persen dari volume awal.

"Jadi cukup menjual 6.000 liter per hari agar tetap bisa mendapat keuntungan yang sama. Tunda keuntungan, tetapi pengusaha tidak rugi," ujarnya menegaskan.

"Makanya kami bantu dengan menaikkan margin. Hal ini juga untuk mengukur tingkat daya saing SPBU Pertamina karena di seberang SPBU BBM nonsubsidi di Pondok Indah ini ada SPBU asing," ujarnya.

"Kami tidak takut penjualan BBM bersubsidi turun. Kalau konsumsi BBM bersubsidi turun kan ikut meringankan pemerintah. BBM bersubsidi itu untungnya tipis, dan Pertamina tekor kalau harga minyak tinggi," ujarnya.

"Dalam waktu dekat, Pertamina akan ambil langkah untuk membantu mengendalikan konsumsi BBM bersubsidi, di samping mendukung kebijakan pemerintah," kata dia. Hal ini diharapkan dapat melengkapi kebijakan soal BBM yang akan diambil pemerintah.

Pengalihan menjadi SPBU khusus BBM bersubsidi tidak memerlukan tambahan investasi. Karena pengusaha hanya perlu memasang stiker untuk menutup label BBM bersubsidi. " Jadi ini kebijakan yang bisa segera diimplementasikan," kata dia menegaskan. 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X