Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ari Sigit Diberi Waktu Seminggu oleh Polda Metro

Kompas.com - 15/05/2012, 03:43 WIB

Jakarta, Kompas - Ari Haryo Wibowo Harjojudanto, atau biasa disapa Ari Sigit, diberi waktu seminggu untuk menghadap penyidik Unit Kejahatan dengan Kekerasan Subdirektorat Umum Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Ari, cucu Presiden ke-2 RI Soeharto, dipanggil polisi untuk diperiksa sebagai tersangka kasus penipuan dan penggelapan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengungkapkan hal tersebut, Senin (14/5) siang.

”Yang bersangkutan harusnya sudah menjalani pemeriksaan pada pekan lalu. Namun, dia tidak datang. Yang datang pengacara atau kuasa hukumnya, Bontor Tobing,” katanya.

Menurut Rikwanto, keterangan Tobing kepada penyidik, Ari Sigit belum dapat memenuhi panggilan polisi karena sedang berada di luar negeri. Tobing tidak menjelaskan negaranya, tetapi mengatakan Ari di luar negeri dalam rangka bisnis.

Jika pada pekan ini Ari Sigit tidak juga datang, penyidik akan melayangkan surat panggilan kedua. ”Kami harap dia datang untuk melengkapi berkas penyidikan kasus penggelapan dan penipuan ini. Dia akan diperiksa sebagai tersangka,” katanya.

Yang melaporkan Ari Sigit ke Polda Metro Jaya adalah direksi PT Krakatau Wajatama, anak perusahaan PT Krakatau Steel, pada Oktober 2011. Pihak terlapor adalah manajemen PT Dinamika Daya, Ari Sigit duduk sebagai komisaris di perusahaan itu.

”Selain Ari Sigit, tiga karyawannya, yaitu A, S, dan D, sudah diperiksa sebagai tersangka. Ketiganya tidak ditahan,” kata Rikwanto.

Selain empat orang tersebut, Direktur PT Dinamika Daya Sunarno pun sudah ditetapkan sebagai tersangka. Tetapi, dia hingga kemarin tidak diketahui keberadaannya. ”Dia sudah dimasukkan ke dalam DPO (daftar pencarian orang),” kata Rikwanto.

Lima orang tersebut, lanjutnya, sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan dan penggelapan dana Rp 2,5 miliar. Dana tersebut untuk biaya proyek pengurukan lahan di Cilegon, Banten.

PT Krakatau Wajatama menenderkan proyek pengurukan lahan tersebut. Tender dimenangi oleh PT Dinamika Daya. Namun, PT Dinamika Daya tidak melaksanakan tanggung jawabnya. Pengurukan tidak dilakukan tuntas dan para pekerja meninggalkan proyek.

”Penyidik akan memeriksa Ari Sigit untuk memastikan sejauh mana keterlibatan yang bersangkutan dalam kasus penggelapan dana proyek tersebut, yang besarnya Rp 2,5 miliar. Semoga yang bersangkutan bisa segera penyidik periksa,” katanya.

Kuasa hukum Ari Sigit, Bontor Tobing, belum memberi penjelasan mengenai kasus yang disangkakan polisi pada kliennya itu. Tobing yang dihubungi via telepon beberapa kali pada siang dan petang, kemarin, tidak membalas panggilan telepon. Begitu juga pesan singkat yang dikirm kepadanya, sampai pukul 19.00, tidak ditanggapi. (RTS)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Cara Isi Token Listrik secara Online via PLN Mobile

Cara Isi Token Listrik secara Online via PLN Mobile

Work Smart
Pencabutan Status 17 Bandara Internasional Tak Berdampak ke Industri Penerbangan

Pencabutan Status 17 Bandara Internasional Tak Berdampak ke Industri Penerbangan

Whats New
Emiten Sawit Milik TP Rachmat (TAPG) Bakal Tebar Dividen Rp 1,8 Triliun

Emiten Sawit Milik TP Rachmat (TAPG) Bakal Tebar Dividen Rp 1,8 Triliun

Whats New
Adu Kinerja Keuangan Bank BUMN per Kuartal I 2024

Adu Kinerja Keuangan Bank BUMN per Kuartal I 2024

Whats New
Setelah Investasi di Indonesia, Microsoft Umumkan Bakal Buka Pusat Data Baru di Thailand

Setelah Investasi di Indonesia, Microsoft Umumkan Bakal Buka Pusat Data Baru di Thailand

Whats New
Emiten Persewaan Forklift SMIL Raup Penjualan Rp 97,5 Miliar pada Kuartal I 2024

Emiten Persewaan Forklift SMIL Raup Penjualan Rp 97,5 Miliar pada Kuartal I 2024

Whats New
BNI Danai Akusisi PLTB Sidrap Senilai Rp 1,76 Triliun

BNI Danai Akusisi PLTB Sidrap Senilai Rp 1,76 Triliun

Whats New
Soroti Kinerja Sektor Furnitur, Menperin: Masih di Bawah Target

Soroti Kinerja Sektor Furnitur, Menperin: Masih di Bawah Target

Whats New
Harga Jagung Turun di Sumbawa, Presiden Jokowi: Hilirisasi Jadi Kunci Stabilkan Harga

Harga Jagung Turun di Sumbawa, Presiden Jokowi: Hilirisasi Jadi Kunci Stabilkan Harga

Whats New
IHSG Ditutup Merosot 1,61 Persen, Rupiah Perkasa

IHSG Ditutup Merosot 1,61 Persen, Rupiah Perkasa

Whats New
Emiten TPIA Milik Prajogo Pangestu Rugi Rp 539 Miliar pada Kuartal I 2024, Ini Sebabnya

Emiten TPIA Milik Prajogo Pangestu Rugi Rp 539 Miliar pada Kuartal I 2024, Ini Sebabnya

Whats New
BI Beberkan 3 Faktor Keberhasilan Indonesia Mengelola Sukuk

BI Beberkan 3 Faktor Keberhasilan Indonesia Mengelola Sukuk

Whats New
Pertemuan Tingkat Menteri OECD Dimulai, Menko Airlangga Bertemu Sekjen Cormann

Pertemuan Tingkat Menteri OECD Dimulai, Menko Airlangga Bertemu Sekjen Cormann

Whats New
Induk Usaha Blibli Cetak Pendapatan Bersih Rp 3,9 Triliun pada Kuartal I 2024

Induk Usaha Blibli Cetak Pendapatan Bersih Rp 3,9 Triliun pada Kuartal I 2024

Whats New
Kembali ke Aturan Semula, Barang Bawaan dari Luar Negeri Tak Lagi Dibatasi

Kembali ke Aturan Semula, Barang Bawaan dari Luar Negeri Tak Lagi Dibatasi

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com