Apindo: 60 Persen Tenaga Kerja Lulusan SD dan SMP

Kompas.com - 08/04/2013, 14:42 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofyan Wanandi mengatakan sistem pendidikan di Indonesia belum bisa mencetak tenaga kerja terampil. Hal ini akan menyebabkan tingkat kompetensi tenaga kerja RI akan sulit bersaing dengan pihak asing.

Di Indonesia, jumlah sekolah dasar mencapai 120.000 sekolah. Namun saat menginjak sekolah menengah pertama (SMP), jumlahnya mencapai 60.000 sekolah. Dari jumlah itu, Sofyan mempertanyakan jumlah siswa yang bersekolah ke tingkat lebih tinggi semakin berkurang.

"Ini mereka kemana, mungkin ada yang ke sekolah swasta atau ke pesantren. Atau malah langsung bekerja. Sebab dari penelitian kita, kebanyakan tenaga kerja di industri kita, sekitar 60 persen dari lulusan SD dan SMP," kata Sofyan saat memberikan sambutan Musyawaran Nasional Apindo ke-9 di Hotel JS Luwansa Jakarta, Senin (8/4/2013).

Dengan kondisi tersebut, Sofyan mempertanyakan kualitas tenaga kerja dari dalam negeri ini. Padahal untuk bisa bersaing dengan tenaga kerja asing, tenaga kerja dalam negeri ini juga harus memiliki ketrampilan mumpuni.

Kualitas tenaga kerja ini nantinya akan menentukan upah buruh di masing-masing perusahaan. Sebab selama ini, para buruh cenderung mengeluhkan upah buruh yang relatif lebih rendah.

"Dulu memang buruh ini selalu ditekan. Tapi karena sekarang sudah ada aturan perburuhan, maka kita sudah ada aturan mainnya," tambahnya.

Saat ini, pihak Apindo juga terus berkoordinasi dengan pihak Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, khususnya mengurus soal tenaga buruh alih daya (outsourcing) maupun soal ingin kembalinya Apindo ke tripartit nasional.

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X