Kompas.com - 23/04/2013, 17:33 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

BANDUNG, KOMPAS.com — Pihak Lion Air yang diwakili oleh Direktur Operasional Lion Air Daniel Putut seolah tak mau ambil pusing saat diminta tanggapan terkait munculnya kesan memaksa dalam pemberian santunan uang tunai sebesar Rp 55 juta kepada para korban jatuhnya pesawat Lion Air di Bali.

Pasalnya, berdasarkan kesepakatan para pihak, setelah menerima uang, penumpang yang sudah menandatangani klausul tidak dapat melakukan gugatan apa pun kepada pihak Lion Air, apa pun yang terjadi ke depan. Bahkan, jika hasil penyelidikan KNKT keluar dan menyatakan kecelakaan tersebut terjadi karena human eror, penumpang tetap tak bisa menggugat.

"Itu terserah penumpang. Intinya niat baik kita untuk memberikaan penggantian. Selamat dari musibah saja sudah bersyukur. Ini suatu mukjizat," kata Daniel saat ditemui seusai di sela proses pemberian santunan kepada 28 korban di Arion Swiss Bellhotel, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Bandung, Selasa (23/4/2013).

Selain itu, dalam salah satu poin klausul tersebut, juga disebutkan penumpang yang telah menerima uang santunan tidak boleh memublikasikan material apa pun kepada pihak ketiga, termasuk wartawan. Menanggapi hal tersebut, Daniel mengatakan, penumpang hanya tidak boleh mengatakan hal-hal yang berkaitan dengan penyebab jatuhnya pesawat.

"Mungkin terkait dengan kejadian karena penumpang tidak tahu sebabnya. Kami juga tidak tahu karena itu wewenang dari KNKT," tegas Daniel.

Sementara itu, Daniel juga mengklaim jika Lion Air telah memberikan uang santunan jauh lebih banyak dari yang ditentukan oleh pemerintah. "Kalau menurut Peraturan Menteri Nomor 77 Pasal 3, kita hanya diwajibkan memberi penggantian ruang bagasi yang hilang sebesar Rp 200.000 dikali tiga hari. Maksimumnya Rp 4 juta, jadi total pembayaran yang sebenarnya hanya Rp 4,6 juta. Tapi, kita tidak mau seperti itu," tutur Daniel.

Diberitakan sebelumnya, 28 penumpang korban jatuhnya pesawat Lion Air yang berasal dari wilayah sekitar Bandung diberikan uang tunai sebesar Rp 55 juta. Namun, sebelum menerima uang tunai tersebut, para penumpang korban Lion Air berkumpul di lobi hotel untuk mendengar pembacaan poin-poin perjanjian dan klausul sebagai syarat pembebasan.

"Intinya, pada hari ini, kita memberikan tali asih kepada para penumpang lebih dari kompensasi yang seharusnya kita berikan sesuai undang-undang," kata Daniel.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Jembatan Gantung Kaca Pertama di Indonesia Ditargetkan Rampung September Mendatang

    Jembatan Gantung Kaca Pertama di Indonesia Ditargetkan Rampung September Mendatang

    Whats New
    Ini Cara Beli Minyak Goreng Curah Pakai Aplikasi PeduliLindungi

    Ini Cara Beli Minyak Goreng Curah Pakai Aplikasi PeduliLindungi

    Whats New
    Suguhkan Pencak Silat, Shopee Java in Paris Tuai Antusiasme Tinggi

    Suguhkan Pencak Silat, Shopee Java in Paris Tuai Antusiasme Tinggi

    Whats New
    Pasar Persaingan Sempurna: Pengertian, Contoh, dan Ciri-cirinya

    Pasar Persaingan Sempurna: Pengertian, Contoh, dan Ciri-cirinya

    Spend Smart
    Mudah, Begini Cara Transfer GoPay ke OVO dan Sebaliknya

    Mudah, Begini Cara Transfer GoPay ke OVO dan Sebaliknya

    Whats New
    Seputar Tanah HGB, Pahami Aturan dan Jangka Waktu Hak Guna Bangunan

    Seputar Tanah HGB, Pahami Aturan dan Jangka Waktu Hak Guna Bangunan

    Earn Smart
    Carsome Luncurkan Lembaga Pelatihan Carsome Academy dan Beri Beasiswa, Seperti Apa?

    Carsome Luncurkan Lembaga Pelatihan Carsome Academy dan Beri Beasiswa, Seperti Apa?

    Rilis
    Pengamat: Degradasi Tanah Bisa Ancam Ketahanan Pangan

    Pengamat: Degradasi Tanah Bisa Ancam Ketahanan Pangan

    Rilis
    Menilik Lahirnya Bibit Community Based Enterprise dari Situasi Bencana

    Menilik Lahirnya Bibit Community Based Enterprise dari Situasi Bencana

    Whats New
    Kronologi Video Viral Penumpang KRL Jatuh dari Peron Stasiun Manggarai

    Kronologi Video Viral Penumpang KRL Jatuh dari Peron Stasiun Manggarai

    Whats New
    Dua Mantan Menteri Gabung ke Fintech Digiasia Sebagai Penasihat

    Dua Mantan Menteri Gabung ke Fintech Digiasia Sebagai Penasihat

    Rilis
    Pengalaman Naik MRT Jakarta dengan Lansia dan Batita, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

    Pengalaman Naik MRT Jakarta dengan Lansia dan Batita, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?

    Whats New
    Ini 6 Emiten yang Bakal Bayar Dividen di Akhir Bulan Juni 2022, Cek Tanggalnya

    Ini 6 Emiten yang Bakal Bayar Dividen di Akhir Bulan Juni 2022, Cek Tanggalnya

    Whats New
    6 Saham Konsumer Paling Cuan Sepekan, Ada Mayora hingga Unilever

    6 Saham Konsumer Paling Cuan Sepekan, Ada Mayora hingga Unilever

    Whats New
    Ini Cara Naik KRL Bayar Pakai Aplikasi Gojek dan LinkAja

    Ini Cara Naik KRL Bayar Pakai Aplikasi Gojek dan LinkAja

    Whats New
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.