Terima Gaji Sesuai UMR, Operator Sampah Batal Datangi Dinas PU

Kompas.com - 21/05/2013, 14:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Karena sudah menerima gaji sampai dengan bulan Maret, para operator saringan sampah otomatis dari seluruh Jakarta tak jadi mendatangi kantor Dinas Pekerjaan Umum, Selasa (21/5/2013).

"Sementara ini kami tidak jadi protes. Lagian gajinya naik, sebelumnya Rp 1,5 juta sekarang sudah UMR Rp 2,2 juta," kata koordinator aksi wilayah timur sekaligus operator saringan sampah otomatis di Pintu Air Cawang, Ahmad Suryanegara (41), Jakarta Timur, Selasa.

Ahmad mengatakan bahwa Dinas PU hanya membayarkan gaji sampai bulan Maret karena mereka berstatus pekerja harian lepas (PHL). Menurut Dinas PU, ada surat resmi yang menyatakan bahwa pembayaran gaji untuk PHL dibayarkan per tiga bulan. Meskipun demikian, Ahmad dan operator saringan sampah lainnya masih mempertanyakan mengenai status PHL tersebut.

"Kata Dinas karena status kami PHL. Padahal, PHL kan cuma tiga bulan lama kerjanya. Kami sudah bertahun-tahun di sini. Untuk pekerjaan yang ada terus-menerus begini, kontrak saja harusnya enggak boleh, apalagi PHL," ujarnya.

Awalnya para operator saringan sampah otomatis se-Jakarta itu mendatangi kantor Dinas PU pada Selasa (14/5/2013) pekan lalu untuk meminta kejelasan mengenai gaji mereka yang tidak diberikan selama empat bulan terakhir. Setelah menerima gaji pada Jumat (17/5/2013) lalu, para operator langsung membayar utang mereka selama empat bulan. "Pada bayar kredit motor, tunggakan kontrakan, utang warung," kata Ahmad.

Selain itu, sebagai ajang silaturahim, operator saringan sampah se-Jakarta itu berencana merayakan hal tersebut dengan makan bersama. Hal itu ditujukan agar sesama pekerja dapat tetap solid dan kompak.


EditorLaksono Hari W

Close Ads X