Bupati Enthus Susmono Akan Kembangbiakkan Burung Hantu

Kompas.com - 23/01/2014, 04:29 WIB
Enthus Susmono dan Umi Azizah berjalan masuk ke ruang DPRD Tegal, Jawa Tengah untuk melakukan pelantikan sebagai bupati, Rabu (08/01/2014) Kontributor Kompas TV/ Ari Himawan SaronoEnthus Susmono dan Umi Azizah berjalan masuk ke ruang DPRD Tegal, Jawa Tengah untuk melakukan pelantikan sebagai bupati, Rabu (08/01/2014)
|
EditorPalupi Annisa Auliani
TEGAL, KOMPAS.com — Bupati Tegal Enthus Susmono berencana mengembangbiakkan burung hantu atau tyto alba. Menurut dia, burung ini dapat menjadi solusi untuk menahan gempuran serangan hama tikus di sawah.

"Kalau ada yang mau menembak burung hantu, tembak ganti," tegasnya kepada Tribun Jateng, Rabu (22/1/2014). Dia mengatakan, burung hantu adalah pemakan tikus sehingga dapat berperan menekan pertumbuhan cepat binatang pengerat itu.

Serangan hama tikus di persawahan di wilayah Tegal paling banyak terjadi di Kecamatan Pagerbarang. Sebelumnya, Rabu pagi, Enthus ikut mengejar dan membunuh tikus bersama para petani.

"Hai tikus, jenengan saya bunuh untuk kesejahteraan petani," ujar Enthus sebelum membunuh tikus di persawahan Randusari, Kecamatan Pagerbarang. Dalam gropyokan ini ratusan tikus bisa dibunuh.

"Tikus itu kan hama, berkembang biak sangat cepat, apalagi pas musim tanam atau petik," ujar Enthus. Dengan lubang persembunyian yang bisa di mana saja, kata dia, perkembangbiakan tikus itu harus dicegah dan dikurangi.

Per November 2013 hingga Januari 2014, tikus telah menyerang 1.030 hektare tanaman padi di Kabupaten Tegal. "Setiap malam, tikus menyerang hektaran pagi. Sangat merugikan petani," ujar Udin, petani di Randusasi.

( YS Adi Nugroho/Dodi Esvandi)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X